Hasto Nyatakan PDIP dan Parpol Pengusung Bangga Hasil Debat Capres Perdana

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, hari ini partainya melakukan konsolidasi dengan jajaran DPC dan DPD seluruh Indonesia untuk mendengar seluruh masukan terkait pemenangan partai dan pasangan calon presiden Ganjar Pranowo dan calon wakil presiden Mahfud MD.
Menurut dia, seluruh jajaran DPC dan DPD PDIP merasa puas dengan hasil debat capres perdana.
“Menyatakan rasa bangganya terhadap hasil debat yang pertama. Di mana disadari bahwa Indonesia menghadapi tantangan yang tidak ringan. Pandemi sepenuhnya belum diatasi khususnya terkait dengan persoalan ekonomi rakyat, kenaikan harga kebutuhan rakyat, biaya hidup yang semakin tinggi,” kata Hasto di kantor DPP PDIP, Jakarta, Jumat (15/10/2023).
Baca Juga: PDIP Tak Lagi Serang Jokowi, TKN: Apa Karena Elektoral Capresnya Merosot?
Dia pun menyindir langkah Menteri Pertahanan yang juga capres Prabowo Subianto, yang masih fokus melakukan pengadaaan terhadap Alat Utama Sistem Senjata atau Alutsista, ketimbang membantu menurunkan harga kenaikan bahan pokok.
“Di tengah-tengah biaya hidup yang semakin tinggi, kami sangat sedih ketika mendengar keterangan dari Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) bahwa kenaikan harga-harga kebutuhan pokok rakyat justru dijawab oleh Bapak Prabowo selaku Menteri Pertahanan dengan menambah pinjaman ke luar negeri hingga mencapai Rp386 triliun untuk membeli alutsista,” ungkap Hasto.
“Sementara perang yang kita hadapi adalah perang terhadap kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan dan juga bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan kita,” sambung dia.
Baca Juga: Hasto Keliru! Prabowo Penerus Jokowi, Bukan Kembaran Jokowi
Doktor Universitas Pertahanan ini mengingatkan, tantangan geopolitik global dengan adanya perang Rusia dan Ukraina saat ini, serta ketegangan di Timur Tengah, membuah krisis terhadap energi sampai pangan tak boleh dibiarkan begitu saja.
Sehingga dalam debat perdana capres, melihatkan bagaimana kualifikasi kepemimpinan Ganjar sungguh sangat teruji.
“Dengan sikap tenang penuh kedewasaan tanpa konflik, tanpa membuat pernyataan yang penuh kontroversial sebagaimana disampaikan calon-calon yang lain, Pak Ganjar mampu menunjukkan jati dirinya sebagai nakhoda yang penuh ketenangan, nakhoda yang mampu mengatasi krisis dan nakhoda Indonesia yang tidak emosional. Sehingga di dalam penguasaan panggung, Pak Ganjar juga menunjukkan kualifikasi kepemimpinan yang diharapkan oleh rakyat indonesia,” ungkap Hasto.
Menurut dia, bagaimana mungkin bisa menjadi nakhoda bagi Indonesia kepemimpinannya tidak tenang dan stabil.
“Kalau pemimpinnya mencoba memprovokasi yang lain, kalau pemimpinnya tidak mengedepankan dialog. Menjawab persoalan Papua misalnya, Pak Ganjar mampu menyampaikan suatu solusi yang sangat penting tentang pentingnya dialog. Tentang tidak boleh adanya kekerasan,” jelas Hasto.
“Maka seorang pemimpin tidak boleh punya rekam jejak pelanggaran HAM, yang mana itu bertentangan dengan prinsip-prinsip menjaga kehidupan itu,” sambungnya.
Hasto pun mengungkapkan, seluruh jajaran PDIP, PPP, Perindo, Hanura, serta para relawan merasa puas bahwa Ganjar betul-betul menguasai panggung saat debat perdana.
“Mampu menampilkan kedewasaan, menyampaikan ide-ide dengan baik, dengan penuh ketenangan tanpa emosi,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







