Organisasi Sayap Muhammadiyah Kritik Anies, Ambisius Demi Kepentingan Pribadi

AKURAT.CO Bergerak 1912, organisasi di bawah Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) mengkritik Calon Presiden Nomor Urut 1 Anies Baswedan. Anies dianggap tidak memiliki pendirian yang jelas.
Dewan Pengarah Nasional Bergerak 1912, Dzulfikar Ahmad Tawalla, mengatakan, sosok Anies adalah sosok yang ambisius, yakni selalu berusaha mendekati penguasa dan tokoh-tokoh yang memiliki kuasa untuk kepentingan politiknya sendiri.
“Kami sebagai Angkatan Muda Muhammadiyah selalu mengutamakan kepentingan umat dan bangsa di atas segalanya. Dukungan kami tidak hanya terpaku pada latar belakang politik seseorang, melainkan pada kemampuan dan integritasnya untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat," kata Dzulfikar di Jakarta, Jumat (5/1/2024).
Ia mencontohkan, Anis pernah mendekati Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mengikuti konvensi Partai Demokrat pada 2013. Namun, akhirnya ia gagal.
Kemudian, Anies kembali mendekati tokoh nasional. Kali ini, Anies mendekati Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendapatkan kursi menteri. Akhirnya, Anies menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 2014 sebelum akhirnya diberhentikan Jokowi pada 2016.
Tak berhenti di situ, Anies kemudian mendekati Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Pada 2017, Anies diusung Prabowo untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta sebelum akhirnya bertarung dengan Prabowo pada Pilpres 2024.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat, khususnya AMM tidak mendukung Capres yang tidak memiliki integritas dan inkonsistensi dalam berpolitik. Ia juga mengatakan, bukan tidak mungkin Anies meninggalkan tokoh yang mengusungnya demi kepentingan politik diri sendiri.
Baca Juga: Beredar Bocoran Ponsel Terbaru Realme, Varian Realme 12 Pro?
“Dukungan AMM tidak semata-mata didasarkan pada afiliasi politik, melainkan juga pada integritas dan konsistensi pemimpin,” kata Dzulfikar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










