TKN Sebut Anies dan Ganjar Tak Punya Kapasitas Menilai Kinerja Prabowo Sebagai Menhan
Atikah Umiyani | 8 Januari 2024, 13:13 WIB

AKURAT.CO Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan dan capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo dinilai tidak punya kapasitas untuk menilai kinerja Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) RI.
Hal itu disampaikan Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid merespon pernyataan Anies dan Ganjar yang memberi nilai jeblok terhadap kinerja Prabowo.
“Silakan Pak Anies ngasih nilai 11 dari 100, Mas Ganjar beri nilai 5 dari 10, karena memang dalam pandangan kami, baik Mas Anies maupun Mas Ganjar tidak mempunyai credential maupun kapasitas untuk menilai tentang konsep pertahanan," kata Nusron kepada wartawan, Selasa (8/1/2024).
"Karena kalau kita lihat dari perspektif yang disampaikan tadi, (keduanya) banyak tampil sebagai politisi (yang) tidak mengerti tentang konsep pertahanan,” lanjutnya.
Nusron menilai, Anies dan Ganjar tidak punya pemahaman yang cukup soal konsep pertahanan. Sehingga tidak patut jika harus memberikan nilai yang bukan di bidangnya.
“Bagaimana orang yang tidak paham konsep pertahanan akan menilai tentang pertahanan. Makanya, kasih nilai suka-suka. Guru yang fakultasnya bukan guru Matematika, biasanya guru Bahasa Indonesia, tiba-tiba jadi guru Matematika, itu menilai Matematika pasti tidak paham sehingga ngasih nilai suka-suka,” ucapnya.
Nusron pun tak mau memusingkan soal penilaian yang disampaikan Anies dan Ganjar. Ia tetap optimistis jagoannya akan mendapat nilai yang besar saat pemilihan pada 14 Februari mendatang.
“Silakan biar rakyat yang menilai, meskipun Pak Anies kasih nilai 11 dari 100, Pak Ganjar kasih 5 dari 10, tetapi insyaallah, rakyat Indonesia pada 14 Februari 2024 akan kasih (Prabowo-Gibran) nilai 51 persen, 52 persen kepada Prabowo-Gibran,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









