Akurat
Pemprov Sumsel

Data Pertahanan Ganjar Bersumber dari Kemenkeu-Kemenko Polhukam, Bukan Rahasia Negara

Roni Anggara | 8 Januari 2024, 21:35 WIB
Data Pertahanan Ganjar Bersumber dari Kemenkeu-Kemenko Polhukam, Bukan Rahasia Negara

 

AKURAT.CO Data pertahanan yang diungkap capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo dalam gelaran debat capres, Minggu (7/1/2024), bersumber dari instansi negara. TPN Ganjar-Mahfud menyebut data tersebut berasal dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kemenko Polhukam.

Deputi Politik 5.0 TPN Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto menyebutkan, data yang dibeberkan Ganjar berasal dari sumber terbuka, yang bisa diakses publik. Dirinya menolak anggapan data pertahanan sepenuhnya rahasia negara terkait kepentingan strategis.

“Data-data itu adalah informasi terbuka, tidak rahasia, sensitif, tidak melanggar Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Di bagian data-data yang dikecualikan karena data itu ada di website-nya Kemenkeu, data itu ada di website-nya Kemenkopolhukam,” kata Andi, di Jakarta, Senin (8/1/2024).

Baca Juga: Jokowi Bela Prabowo, Data Pertahanan Rahasia Negara

Andi menyebut, data IMF 2024 didapatkan Ganjar dari laman resmi Kemenko Polhukam. Data itu dielaborasi dengan kajian lembaga-lembaga terpercaya, untuk dipaparkan dalam forum debat.

“Deputi IV adalah deputi pertahanan negara, ada dokumen publiknya dibuka, teman-teman akan melihat grafis pertamanya, lalu di grafisnya itu muncul pencapaian MIF 2024,” tuturnya.

Baca Juga: Jokowi Sebut Debat Pilpres Tidak Substantif, Banyak Serangan Personal

Sedangkan alokasi belanja pertahanan, Ganjar mengambilnya dari data IISS yang berbasis di London, Inggris. Badan kajian tersebut secara rutin mengeluarkan data militer setiap Februari.

Eks Gubernur Lemhanas melanjutkan, IISS tidak sembarangan mengeluarkan data militer setiap negara karena disertai analisis tajam mengenai postur keamanan dan alutsista. Ganjar juga tidak asal mengambil data karena harus memerhatikan relevansinya untuk pertahanan RI.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.