Komandan TKN Fanta: Siapa yang Tak Mendukung Orang Muda, Maka Tak Dukung Indonesia Emas

AKURAT.CO Komandan TKN Fanta, Arief Rosyid Hasan, hadiri Apel Akbar Relawan Prabowo-Gibran yang tergabung dalam Barisan Intelektual Strategi Objektif Delapan (Bison), bertempat di Lapangan Banteng.
Bertemakan “Meneguhkan Komitmen Bersama Prabowo-Gibran Menang Sekali Putaran” pada Senin (22/1/2024), keigatan ini juga dihadiri oleh Koordinator Rumah Besar Relawan Prabowo 08 yang juga merupakan seorang aktor Fauzi Baadila, Koordinator Nasional Bison Indonesia Ginka Febriyanti Ginting, Sekretaris Nasional Bison Ahmad Rifaldi dan Bendahara Nasional Bison Wirayudha Fauzan Maulana.
Apel akbar Bison Indonesia ini dihadiri 1.500 pasukan dari berbagai daerah di DKI Jakarta. Dalam aksinya, para relawan Bison Indonesia mengelilingi Lapangan Banteng sekali putaran sebagai simbol bahwa anak muda Gen Z dan Milenial siap menjemput kemenangan Prabowo-Gibran sekali putaran.
Relawan Bison yang memiliki slogan “Bison, bukan Banteng” juga turut mengajak pasukan untuk joget gemoy sebagai salah satu bentuk kampanye kreatif.
Baca Juga: Piala Afrika: 10 Negara Pastikan Posisi di 16 Besar, Mesir Lolos Dramatis tanpa Mo Salah
Komandan TKN Fanta Prabowo-Gibran Arief Rosyid Hasan dalam orasinya mengatakan kehadiran pasukan muda Bison di Lapangan Banteng Jakarta siap unjuk gigi untuk memenangkan pasangan Prabowo-Gibran.
“Apresiasi kepada Koordinator Nasional Bison beserta seluruh barisan Bison yang telah hadir untuk menunjukkan bahwa orang muda yang bergagasan ada banyak, juga berani berjuang di ‘lapangan’. Bison ini salah satu (relawan) yang konsisten membersamai perjuangan Pak Prabowo dan Mas Gibran untuk memberikan ruang kepada orang muda untuk berkarya,” kata Arief.
Dalam orasinya, ia juga menuturkan bahwa Indonesia ke depan harus dipimpin orang muda, sebab hanya orang muda lah yang memahami permasalahan zaman now, yaitu Prabowo-Gibran.
“Mas Gibran merupakan representasi orang muda yang diberi kesempatan untuk terlibat langsung dalam kontestasi Pemilu dan memberikan nuansa baru dalam perjalan politik bangsa Indonesia. Ini konkret wujud kolaborasi antar generasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wakil Direktur Mienial TKN Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019 itu mencontohkan sejarah perjuangan bangsa Indonesia sejak 1908 dipimpin oleh orang muda. Karena itu kata Arief, anak muda harus diberi kesempatan untuk memimpin bangsa Indonesia di 2024.
“Sejarah bangsa ini adalah sejarah milik kaum muda, siapapun yang berkhianat bagi bangsa, siapapun maka berkhianat bagi generasi muda, maka mereka tidak pantas menikmati yang namanya Indonesia Maju,” kata Arief.
Arief menegaskan orang muda tidak boleh diremehkan. Ia menilai bahwa Gibran dalam debat cawapres telah menunjukkan kemampuannya berhadapan dengan cawapres Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD.
ARH juga kembali menekankan pentingya menjaga iklim pemilu damai dan politik riang gembira.
“Pemilu ini pesta demokrasi. Yang Namanya pesta, harus dapat dirayakan dan dinikmati, bukan malah pecah belah, hoaks, bahkan bullying. Pasukan muda Bison harus kawal kemenangan Prabowo-Gibran dengan kampanye kreatif dan damai,” katanya lagi.
“Tidak ada lagi yang bisa membuat kita ini mundur, tidak ada lagi orangtua yang mendiskreditkan orang muda, anak muda adalah pewaris republik ini. Anak muda adalah pewaris bangsa ini, anak muda adalah pewaris serta pelukis sejarah. Karena itu pilpres 2024 kita harus menangkan orang muda dan memenangkan pasangan Prabowo-Gibran,” tutup Arief.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









