AKURAT.CO Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo mempersilakan Presiden Jokowi untuk berkampanye. Namun Ganjar mengingatkan adanya risiko besar yang menanti.
Menurut Ganjar, sekalipun diperbolehkan, kampanye dan keberpihakan Jokowi bakal membawa dampak pada demokratisasi. Situasi ini tentu bakal berbeda ketika Jokowi mengumpulkan kepala daerah untuk bersikap netral.
“Kondisi ini akan mengambi risiko besar pada demokratisasi dan demokrasi yang akan berjalan," kata Ganjar, di Manggarai, NTT, Jumat (26/1/2024).
Baca Juga: Jokowi Tak Mau Pengakuan Memihak dan Berkampanye Ditarik-tarik
Ganjar meyakini langkah Jokowi yang sebelumnya menyatakan memiliki hak untuk berpihak dan kampanye membawa dampak buruk. Antara lain, rancunya penggunaan fasilitas negara yang dilarang undang-undang.
“Semua akan membandingkan pada saat kami di-briefing gubernur, kepala daerah semua harus netral," ungkapnya.
Sekalipun begitu, Ganjar menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi untuk melaksanakan sikapnya. “Silakan saja karena beliau sudah menyampaikan itu," kata dia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









