Akurat
Pemprov Sumsel

Ditanya Pernyataan Guntur Soekarnoputra, Istana Kutip Omongan Ganjar

Roni Anggara | 30 Januari 2024, 16:30 WIB
Ditanya Pernyataan Guntur Soekarnoputra, Istana Kutip Omongan Ganjar

 

AKURAT.CO Istana tak mau menanggapi pernyataan Guntur Soekarnoputra alias Mas Tok yang menyebut, agenda pemenangan Ganjar-Mahfud menjadi prioritas yang tak bisa ditunda, karena kemenangan bisa menyelesaikan segala urusan dengan Presiden Jokowi. Istana malah mengutip omongan capres Ganjar Pranowo, ketika diminta tanggapan mengenai hal itu.

Koordinator Stafsus Presiden, Ari Dwipayana mengatakan, dirinya sepakat atas pernyataan Ganjar yang menyebut pemilu bukan ajang perpecahan. Perbedaan pilihan politik tak harus memicu permusuhan.

"Mas Ganjar pendapatnya juga penting, setelah kontestasi ini selesai kita harus kembali menjadi satu saudara seperti apa yang disampaikan Bung Karno pada pidato 1 juni 1945 bahwa paling pertama itu adalah persatuan Indonesia," kata Ari, di Jakarta, Selasa (30/1/2024).

Baca Juga: Guntur Soekarno: Menangkan Ganjar-Mahfud Dahulu, Urusan dengan Jokowi Menyusul

Mas Tok meminta para relawan untuk fokus memenangkan Ganjar-Mahfud pada Pilpres 2024. Menurutnya, agenda tersebut tak bisa ditunda lagi dan perlu dilaksanakan. Sedangkan urusan pemakzulan bisa dilakukan setelah Ganjar-Mahfud menang.

Putra sulung Bung Karno menegaskan, ketika Ganjar-Mahfud menang, apapun yang mau dilakukan kepada Presiden Jokowi, baru bisa dilaksanakan. "Gampang itu Jokowi mau diapain, terserah," kata Mas Tok.

Baca Juga: Istana Tak Mau Isu Mahfud Mundur Melebar

Ari menegaskan, pernyataan Ganjar yang berkontestasi bersama Mahfud diusung PDIP, PPP, Hanura dan Perindo, seharusnya menjadi pegangan kita semua.

"Apa yang disampaikan Mas Ganjar itu penting bahwa bangsa ini harus dibangun bersama berdasarkan kolaborasi sinergi dan gotong royong, walaupun ada di pemerintahan dan luar pemerintahan tapi yang penting semangatnya," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.