Pengamat: Disayangkan Anies dan Ganjar Tidak Mengevaluasi Janji Revolusi Mental Jokowi di Debat Terakhir

AKURAT.CO Pengamat politik, Ahmad Khoirul Umam, menyayangkan tidak adanya calon presiden (capres) yang membahas mengenai revolusi mental yang sempat digaungkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam debat terakhir capres.
“Patut disayangkan, Capres 01 dan Capres 03 tidak mengevaluasi janji revolusi mental sebagai ekspresi revolusi kebudayaan yang pernah digaungkan oleh Presiden Jokowi yang saat ini terasa lekat dengan kubu 02,” kata Umam kepada Akurat.co, Selasa (6/2/2024).
Pada tema kesehatan, diungkapkannya, evaluasi BPJS Kesehatan juga tidak termanfaatkan secara optimal sebagai materi debat maupun serangan kepada capres lain.
Baca Juga: Emil Dardak Tegaskan Putusan DKPP Tidak Terkait dengan Pencalonan Gibran
Kemudian pada jalannya debat, sejumlah paslon mencoba menggunakan sejumlah narasi dan argumen untuk dioptimalkan. Hal ini guna mengonsolidasi basis dukungan elektoral.
“Misalnya, Anies sering menggunakan terminologi Jawa, untuk mengonsolidasikan basis pemilih dari segmen Jawa. Anies juga beberapa kali menggunakan argumen Islam moderat, yang bisa diarahkan untuk mengkonsolidasikan dukungan Nahdliyin yang saat ini terfragmentasi,” jelasnya
Sementara itu, janji Prabowo untuk membantu keraton-keraton kerajaan dan kesultanan, berpotensi mengonsolidasikan basis pemilih adat dan para raja-raja di tingkat lokal yang juga masih punya pengaruh dan akar sosial-politik di wilayah masing-masing.
Baca Juga: Apple Siapkan Smartphone Lipat dengan Layar Besar, Rilis Tahun 2026 atau 2027?
Selanjutnya, tema pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) dimenangkan oleh Anies. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mampu menghadirkan sejumlah argumen filosofis tentang pentingnya investasi SDM, yang akhirnya disetujui oleh dua Paslon lainnya.
“Namun, Ganjar dan Prabowo juga tampak mampu mengimbangi dengan jawaban yang berbasis pengalaman lapangan masing-masing,” timpalnya.
Adaoun terkait isu kebudayaan, elaborasi tema cenderung direduksi hanya sebatas aspek seni budaya.
“Ketiga paslon tidak banyak mengelaborasi sisi kebudayaan sebagai suprastruktur peradaban untuk pembangunan SDM unggul, berintegritas, disiplin, jujur, dan bertanggung jawab, sebagai prasyarat hadirnya angkatan kerja yang produktif dan berdaya saing tinggi,” tutupnya.
Diketahui, debat kelima ini merupakan debat penutup dari rangkaian debat yang diselenggarakan oleh KPU.
Pada tahap selanjutnya, akan dilaksanakan penghitungan dan pemungutan suara pada 14-15 Februari 2024. Yang kemudian dilanjutkan dengan rekapitulasi hasil perhitungan suara pada 15 Februari-20 Maret 2024.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









