Akurat
Pemprov Sumsel

Media Internasional Soroti Penggunaan AI Generatif yang Dapat Mengubah Pemilihan Umum di Indonesia Pekan Depan

Sulthony Hasanuddin | 9 Februari 2024, 15:33 WIB
Media Internasional Soroti Penggunaan AI Generatif yang Dapat Mengubah Pemilihan Umum di Indonesia Pekan Depan

AKURAT.CO Media Internasional, Reuters, menyoroti penggunaan AI Generatif dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Indonesia dan dampaknya terhadap para pemilih.

Dalam artikel yang diunggah media itu, terdapat pernyataan seorang penjaga toko (19) bernama Fika Juliani Putri yang berencana memberikan suaranya pada Pilpres Indonesia minggu depan untuk mantan komandan pasukan khusus yang pernah ditakuti, Prabowo Subianto.

"Saya menyukainya karena suka diemong," katanya, dikutip Jumat (9/2/2024).

Versi kartun bermata rusa jantan dari Jenderap Prabowo Subianto yang diproduksi menggunakan kecerdasan buatan (AI) terpampang di papan iklan di seluruh Indonesia, tulis Reuters.

Baca Juga: Jelang Hari Pencoblosan, Menag Imbau Masjid Tak Digunakan Sebagai Tempat Agenda Politik Praktis

Kartun Prabowo direproduksi di kaus dan stiker, ditampilkan secara mencolok diunggahan bertagar #Prabowo yang telah ditonton sekitar 19 miliar kali di media sosial TikTok.

Prabowo sendiri merupakan sosok Menteri Pertahanan Indonesia. Namun, di media sosial, Avatar AI berpipi tembamnya dengan membuat gesture jari hati ala Korea memikat hari para pemilih Gen Z yang berkontribusi hampir setengahnya pada Pemilu 2024 ini.

"Pemilihan umum pada 14 Februari di Indonesia, negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, memberikan gambaran sekilas tentang bagaimana AI generatif dapat mengubah kampanye politik berskala besar," kata para Ahli.

Reuters menuliskan bahwa kartun yang dibuat dengan AI itu telah menjadi pusat dari rebranding elektoral Prabowo, yang unggul jauh dalam jajak pendapat.

Alih-alih menggambarkan dirinya sebagai seorang nasionalis yang berapi-api, seperti yang ia lakukan dalam dua kali pencalonan presiden sebelumnya, slogan baru pria berusia 72 tahun ini adalah "Gemoy" yang berarti imut dan menggemaskan.

Baca Juga: Ahok Beri Klarifikasi Usai Sebut Jokowi-Gibran Tak Bisa Kerja: Konteksnya Jangan Dipotong-potong!

Prabowo dan doppelganger-nya yang dibuat menggunakan teknologi dari perusahaan Amerika Serikat Midjourney Inc, memimpin ratusan kandidat dalam menggunakan alat bantu AI Generatif untuk membuat seni kampanye, melacak sentimen media sosial, membangun chatbot interaktif dan menargetkan pemilih.

Kampanye Prabowo dan Midjourney yang melarang penggunaannya untuk kampanye politik, tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

"Ini adalah pemilu pertama yang kami lihat menggunakan alat-alat ini dalam skala besar," kata Katie Harbath, yang sampai tahun 2021 menjabat sebagai pejabat tinggi kebijakan pemilu di Meta (META.O) dan sekarang menulis buletin tentang teknologi dan demokrasi.

Harbath, yang menyatakan keterkejutannya bahwa perangkat AI telah diadopsi oleh kampanye di Indonesia dengan sangat cepat, mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk menilai dampak elektoral secara keseluruhan dari penggunaan teknologi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan merupakan terobosan baru.

Reuters mewawancarai 26 orang untuk menilai penggunaan teknologi AI dalam kampanye di Indonesia, termasuk penasihat politik, eksekutif teknologi, ahli, dan seniman yang menciptakan gambar AI Generatif untuk para politisi.

Baca Juga: Fokus Kembangkan Aplikasi CapCut dan AI, CEO Douyin Resmi Mengundurkan Diri

Beberapa orang berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk berbicara kepada media, menggambarkan vendor dan kampanye yang mendorong batas-batas pedoman yang dikeluarkan oleh penyedia layanan seperti Midjourney dan pemimpin pasar AI generatif, OpenAI.

Pemerintah Indonesia sendiri belum merumuskan aturan yang mengikat tentang penggunaan alat AI.

Dengan negara-negara yang memiliki sepertiga populasi dunia yang akan mengikuti pemilu tahun ini, termasuk Amerika Serikat dan India, pemilu di Indonesia merupakan ujian bagi OpenAI untuk mengawasi kebijakannya, menurut tujuh pelobi dan pakar politik.

Banyak alat AI yang digunakan dalam pemilu Indonesia didukung oleh OpenAI, kata sembilan staf kampanye senior kepada Reuters. Itu termasuk platform Prabowo, menurut koordinator tim digitalnya.

Baca Juga: AMIN Siapkan 8 Program Genjot Sektor Kebudayaan, dari Dana Abadi Hingga Beasiswa untuk Seniman

Pemilik ChatGPT, yang berbasis di San Francisco, bulan lalu mengumumkan aturan yang melarang penggunaannya untuk kampanye politik di tengah kekhawatiran global bahwa AI akan mengganggu pemilihan umum. Ini termasuk larangan untuk membuat gambar orang sungguhan, termasuk politisi.

OpenAI mengatakan mereka sedang menyelidiki chatbot dan alat politik yang diidentifikasi oleh Reuters di Indonesia menggunakan teknologinya, menambahkan bahwa tinjauan awal tidak menemukan tidak ada bukti bahwa alatnya digunakan dalam pemilu dan mereka berkomitmen untuk transparansi dan meningkatkan informasi yang akurat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.