Siapa Feri Amsari? Inilah Profil Ahli Hukum Tata Negara yang Ikut Bintangi Film Dokumenter Dirty Vote

AKURAT.CO Feri Amsari menjadi sorotan netizen usai tampil di film dokumenter Dirty Vote yang dirilis pada Minggu (11/2/2024) melalui Youtube Dirty Vote.
Feri Amsari tampil bersama dengan dua pakar lainnya yaitu Zainal Arifin Mochtar, dan Bivitri Susanti. Mereka membongkar kecurangan yang terjadi pada Pemilu 2024.
Selain itu, mereka juga menyampaikan pandangan dan kritiknya terhadap praktik demokrasi yang terjadi di Indonesia saat ini.
Baca Juga: Profil Bivitri Susanti, Ahli Hukum Tata Negara yang Bintangi Film Dirty Vote
Film yang disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono sudah ditonton lebih dari 3,5 juta penonton di Youtube, sejak perilisannya pada Minggu (11/2) kemarin.
Bersama kedua rekannya, Feri mengupas secara tuntas kejanggalan yang ada dalam Pemilu 2024, mulai dari awal hingga pemilu sedang berjalan.
Feri awalnya membuka penjelasan mengenai tujuan dirinya terlibat dalam film Dirty Vote. Dirinya juga memberikan pernyataan bahwa film ini mampu untuk mendidik publik agar lebih cerdas dalam Pemilu 2024 ini.
"Selain karena diajak (terlibat dalam film Dirty Note) oleh figur-figur yang saya hormati, tentu saja film ini dianggap akan mampu mendidik publik betapa curangnya pemilu kita dan bagaimana politisi telah mempermainkan publik pemilih hanya untuk memenangkan kepentingan mereka," ucap dosen Ilmu Hukum Unand ini.
Profil Feri Amsari
Feri Amsari lahir pada 2 Oktober 1980, yang saat ini berusia 43 tahun. Namanya sendiri sudah tidak asing di panggung hukum serta pemerintahan Indonesia.
Ia seringkali diundang di berbagai acara televisi maupun kegiatan yang berhubungan dengan hukum. Feri memiliki pendidikan dan sepak terjang yang luar biasa sehingga banyak dari masyarakat yang tidak meragukan lagi ilmu yang dimilikinya.
Pendidikan Feri Amsari
Feri Amsari merupakan lulusan dari Fakultas Hukum di Universitas Andalas pada tahun 2004. Ketika dirinya menjadi mahasiswa, ia menjadi mahasiswa yang aktif dan berprestasi.
Salah satu prestasi Feri Amsari yaitu memenangkan Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Tingkat Universitas Andalas. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa dan BEM Fakultas Hukum Unand sejak 2000-2003.
Setelah lulus dari Unad, ia melanjutkan pendidikan magisternya di jurusan Ilmu Hukum di Universitas Andalas, lalu Magister perbandingan Hukum Amerika dan Asia di William and Mary Law School, Virginia.
Sepak Terjang Feri Amsari
Feri terkenal sebagai ahli hukum tata negara sekaligus dosen di Universitas Andalas. Selain itu, ia juga menjadi Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas pada tahun 2017-2023.
Tak hanya itu saja, Feri juga aktif terlibat dalam menulis hukum tata negara di sejumlah media cetak, diantaranya Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia dan lain-lain.
Ia juga pernah menjadi penulis dari berbagai buku hukum, seperti Hukum Acara Mahkamah Konstitusi (Sekjen dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI) pada tahun 2009, Membangun Indonesia dari Daerah-Partisipasi Publik dan Politik Anggaran Daerah (Jica-CSIS, pada tahun 2007), Pemilu Serentak rilis pada 2014, dan Proses Seleksi Hakim pada tahun 2015.
Feri juga bergabung dengan firma hukum ternama Indonesia bernama Themis Indonesia. Firma hukum tersebut juga terdiri dari sejumlah pakar hukum kondang, seperti Usman Hamid, Nanang Farid Syam dan Fadli Ramadhanil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








