Masih Trending di Medsos, Berikut Rangkuman Singkat Dirty Vote Full Movie yang Viral Jelang Pemilu

AKURAT.CO Film dokumenter Dirty Vote masih menjadi trending di berbagai platform media sosial di Indonesia, salah satunya X, pada hari ini Selasa (13/2/2024) atau satu hari jelang Pemilu terbesar di Indonesia.
Di medsos yang dulu dikenal dengan nama Twitter itu, kata Dirty Vote menempati peringkat pertama trending dengan sekitar 384 ribu cuitan membicarakan film tersebut dalam 24 jam terakhir.
Seperti diketahui, film Dirty Vote sendiri merupakan film dokumenter tentang politik Indonesia yang resmi tayang pada hari Minggu pekan lalu.
Baca Juga: Film Dirty Vote Bisa Mempengaruhi Undecided Voters
Menanganggapi masih ramainya perbincangan tentang film Dirty Vote, akun @kenapagituyakk di media sosial X lantas mengunggah cuitan tentang rangkuman film itu agar pengguna lain tidak ketinggalan topik.
"RANGKUMAN SINGKAT DIRTY VOTE FULL MOVIE," cuitnya pada Senin kemarin.
Cuitan tersebut telah dilihat oleh sekitar 4 juta pengguna X dengan mendapat 84 ribu suka dan 32 ribu repost.
Dikutip pada Selasa (13/2/2024), berikut rangkuman singkat film Dirty Vote menurut akun tersebut.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Kerahkan 7.706 Personil Gabungan Amankan TPS Saat Pemilu 2024
- Gabungan suara Pulau Sumatera (Jokowi dan Prabowo)
- Penunjukkan 20 PJ Gubernur terpilih Presiden
- 82 PJ Walikota/Bupati
- Suara Papua dan penunjukkan Tito Karnavian yang tidak menghormati Mahkamah Konstitusi (MK)
- Pakta Integritas Bupati Sorong
- Pelanggaran deklarasi desa bersatu (8 Organisasi Desa = 81 Juta atau persimpangan DPT
- Kasus penyelewengan Dana Desa Dikonversi sebagai alat ukur dukungan politik
- Tekanan kepada Kepala Desa untuk mendukung salah satu capres (evidence mengarah ke 03)
Baca Juga: Balada Jokowi: Butuh Mediator untuk Bertemu Megawati
- Bansos jelang Pemilu lebih besar dari Bansos zaman Covid-19
- Tidak digunakannya Data Kesejahteraan terpadu Kementerian Sosial
- Kabinet berkampanye (Prabowo dan Mahfud MD) dan tim kampanye ataupun
- Ketidaknetralan Presiden dan UU yang mengatur
- Kegagalan Bawaslu mengawasi Pemilu
- KPU bermasalah (tahapan verifikasi di bukti Partai Gelora)
- Membayangi Partai Politik (Partai Ummat, Partai PKN, dan Partai Gelora)
- Pelanggaran etik Ketua KPU
- Ketidakpatuhan KPU dengan putusan MK (30% Caleg Perempuan dan Caleg Napi)
- Mahkamah Konstitusi (Kontradiksi, Presidential Treshold 20, Pendaftaran Gibran, Pelanggaran Etik, Ketua MKMK bentrokan kepentingan)
Membalas cuitan akun tersebut, tidak sedikit dari warganet yang memberikan pendapat mengenai peluncuran film yang hanya menyerang salah satu Paslon atau hanya merangkum keburukannya.
"BTW yg paling dikit mengarahkannya dg film ini 01 ya.. kemudian 03.. dan paling byk 02.. fiuhh" cuit @owl**
"Yg diserang keburukan doang, bagus gak ada sama sekali. Lucu, sangat tendensius pemain memainkan watak dan filemnya. Overall lumayan sih alur cerita buat nemenin ke kamar mandi," cuit @Dug***
"Jika memang tujuannya mengedukasi tentang kepahaman terhadap sisi demokrasi lain, Maka isinya pun diharapkan harus demokratis, tidak terlalu mengungguli dan mencampurkan di dalam isi sebuah kritik. Opini terbuka itu sangat pembohong dan mungkin dapat mengancam integritas bangsa," cuit @Cha***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









