Film Dirty Vote Cuma Gambaran Tugas Civil Society

AKURAT.CO Film Dirty Vote masih hangat dan menjadi bahan perbincangan publik.
Berbagai pihak memberikan pandangan terkait pesan dan makna dari materi film dokumenter tersebut.
Pengamat politik Ahmad Khoirul Umam menyebut bahwa film Dirty Vote mengandung banyak materi yang penting dan relevan dengan situasi saat ini.
"Banyak materi penting dan relevan dari film dokumenter Dirty Vote. Kalaupun kemudian ada kepentingan pihak yang menunggangi karena berselancar dengan isu yang menjadi concern dari kalangan masyarakat sipil, itu sering terjadi," katanya saat dihubungi Akurat.co, Selasa (13/2/2024).
Menurut Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) itu, sudah menjadi tugas dari civil society dengan menyuarakan nurani demokrasi. Demi menghadapi watak kekuasaan yang sering kali serupa.
Baca Juga: Rampai Nusantara Laporkan Anies Baswedan ke Bawaslu usai Komentari Dirty Vote di Masa Tenang
"Termasuk mereka yang saat ini seolah mencoba mengkritik habis penguasa, ketika mereka diberi amanah untuk memegang kekuasaan tampaknya perilaku politiknya serupa alias sama saja," tutur Ahmad.
Menurutnya, hal itu terbukti dikarenakan saat ini pergerakan sosial politik di masyarakat sipil hanya terlokalisir pada ekstra-parlementer saja. Hampir tidak ada pergerakan sama sekali di intra-parlementer.
"Partai-partai politik yang seolah mengkritik kekuasaan saat ini, seolah hanya gimik, yang siap untuk bermanuver dan bergabung dengan siapapun yang menang. Itulah mengapa ada yang tidak nyambung antara gerakan ekstra dan intra-parlementer saat ini," jelas Ahmad.
Film Dirty Vote sendiri dirilis pada Minggu (11/2/2024) melalui kanal Youtube Dirty Vote.
Film ini menampilkan pandangan tiga ahli hukum tata negara yakni Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti dan Feri Amsari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








