Unggul Survei, PDPP Yakin Prabowo Menang Satu Putaran

AKURAT.CO - Keunggulan pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam berbagai survei membuat gerakan moral Pemilu Damai Pemilih Pandai atau (PDPP) optimis pemilihan presiden hanya akan berlangsung satu putaran saja.
Sebab pada survei terbaru dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dirilis Sabtu (10/2/2024), terungkap bila pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming meraih dukungan elektoral dari 51,9% responden, jauh mengalahkan pasangan lain seperti Anies Baswedan-Muhaimin (23,3%) dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md (20,3%) dengan responden yang tidak tahu/tidak jawab 4,4%.
Tak hanya LSI, Lembaga Survei Nasional (LSN) turut merilis hasil survei elektabilitas capres-cawapres 2024. Survei yang dilakukan LSN pada 4-9 Februari 2024 di 38 Provinsi yang ada di seluruh Indonesia dengan jumlah sampel 1.200 responden menghasilkan data bahwa pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming unggul jauh dengan 51,9%.
Angka tersebut ada di atas hasil dari Anies Baswedan-Muhaimin (24,3%), Ganjar Pranowo-Mahfud Md (18,7%), dan pemilih yang belum menentukan pilihan (5,1%).
Pemrakarsa gerakan moral PDPP, Arya Sadhana menyebut hal ini tentu menjadi angin segar. Apalagi LSI dan LSN adalah dua dari sedikit lembaga survei kredibel di Indonesia.
Baca Juga: Polri: Berita 'Langkah Senyap Masif dan Terstruktur LSP untuk Prabowo dan Gibran' Hoaks
"Sangat mungkin, keberpihakan rakyat Indonesia pada Prabowo-Gibran terjadi karena keduanya mengedepankan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Salah satunya adalah mengedepankan sektor pendidikan bagi generasi penerus bangsa," ujarnya.
Pendidikan menurutnya memang memiliki peran yang sangat krusial dalam pembangunan sebuah negara, tidak terkecuali untuk Indonesia. Sebab sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan beragam, pendidikan menjadi pondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang berpengetahuan luas, kreatif, dan mampu bersaing di tingkat global.
"Oleh karena itu, investasi dalam pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan membawa dampak positif bagi kemajuan Indonesia. Dengan masyarakat yang terdidik, Indonesia dapat membangun fondasi yang kokoh untuk menghadapi tantangan global dan mencapai visi sebagai negara maju," tegas Arya.
Hal inilah yang melatari keyakinannya untuk mengajak pemilih muda baik milenial maupun Generasi Z agar lebih cermat memilih calon pemimpin Indonesia demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Menurutnya, pendidikan mampu membentuk karakter dan keterampilan individu dan juga menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. SDM yang berkualitas ini, lanjutnya, akan menjadi kekuatan utama dalam mendukung perkembangan inovasi dan kreativitas.
"Sebab dengan adanya pendidikan yang berkualitas, generasi muda Indonesia dapat mengembangkan ide-ide baru, teknologi canggih, dan solusi kreatif untuk menanggapi tantangan masa depan," sebut Arya.
Dirinya yang juga merupakan Sekjen Relawan Prabowo (REPRO), menghimbau pemilih muda baik milenial maupun Generasi Z untuk lebih jeli melihat calon pemimpin, khususnya calon presiden yang ada. Sebab saat ini hanya ada satu orang calon presiden yang mempunyai visi besar pada kemajuan Indonesia.
"Karena dengan pemimpin yang tepatlah kemajuan Indonesia itu bisa tercapai. Khusus untuk pendidikan, pemilih pandai harus memilih kandidat yang mempunyai komitmen untuk membangun sekolah berkualitas di seluruh wilayah Indonesia, bukan hanya sekedar di kota besar saja," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








