Sederet Caleg DPD Jawa Barat yang Pasang Foto Nyeleneh Selain Komeng, Ada yang Pakai Helm Hingga Bawa Wayang

AKURAT.CO Foto unik Alfiansyah Bustami atau yang lebih dikenal sebagai Komeng pada surat suara calon anggota DPD RI dapil Jawa Barat, menjadi sorotan banyak orang.
Komeng memperlihatkan foto nyeleneh dengan pose wajah miring yang lucu, dengan mata melotot.
Meskipun demikian, meskipun dengan pose yang tidak biasa itu, Komeng berhasil meraih suara yang jauh unggul dari calon lainnya.
Selain Komeng, ternyata terdapat calon-calon lain yang juga memilih pose yang tidak biasa.
Baca Juga: Ternyata Ini Visi Misi Komeng Menjadi DPD RI
Sederet Caleg yang Pasang Foto Nyeleneh di Surat Suara
1. Foto memakai helm proyek
Yunita Dian Suwandari terlihat berpose dengan mengenakan helm keselamatan proyek.
Foto tersebut tertera pada lembar surat suara DPD RI dari dapil Jawa Barat untuk Pemilu 2024.
Selain menjadi dosen, Yunita juga aktif dalam organisasi Ikatan Ahli Manajemen Konstruksi.
Ini adalah alasan mengapa dia memilih berpose dengan mengenakan helm keselamatan proyek.
Penggunaan helm proyek oleh perempuan asal Kabupaten Bogor ini menunjukkan bahwa dia memiliki peran yang penting dalam proyek infrastruktur.
Warna putih pada helm menunjukkan bahwa posisi yang dipegangnya adalah manajer, pengawas, insinyur, atau mandor. Warna ini membedakan dengan jenis pekerjaan lainnya.
Yunita menjelaskan bahwa alasan dia maju sebagai calon anggota DPD dari dapil Jawa Barat adalah untuk membantu masyarakat Jawa Barat dalam pemekaran wilayah dan pembangunan infrastruktur, serta untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja konstruksi.
2. Menggunakan pakaian adat Batak
Salah satu pose yang tidak lazim pada surat suara DPD RI dari dapil Jawa Barat adalah pose Ernawati Tampubolon.
Wanita yang tinggal di Kabupaten Bekasi ini mengenakan pakaian adat Suku Batak.
Dalam foto tersebut, Ernawati terlihat mengenakan pakaian adat Batak lengkap dengan ikat kepala tradisional dan kain ulos yang dikenakan di sebelah kanannya.
Selaku bendahara DPD Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Kabupaten Bekasi, Ernawati mencalonkan diri sebagai calon anggota DPD RI dari dapil Jawa Barat dengan tujuan memperjuangkan Jawa Barat yang lebih toleran.
Ernawati berasal dari suku Batak Toba dan ia menghabiskan masa kecil dan menyelesaikan pendidikan S1 di Sumatera Utara, kemudian melanjutkan pendidikan S2 di Bandung.
3. Foto dengan memegang wayang
Wawan Dede Amung Sutarya, seorang calon DPD RI dari dapil Jawa Barat, memilih untuk berpose dengan mengenakan pakaian dalang lengkap dengan memegang wayang golek di tangannya.
Dalam foto tersebut, Dede berada di depan latar belakang kayon atau gunungan.
Dede Amung yang memiliki nomor urut 53 dalam surat suara DPD RI, berasal dari Kota Bandung dan aktif sebagai seorang dalang di Munggul Pawenang Putra.
Dede Amung menyatakan bahwa alasan dia mencalonkan diri sebagai anggota DPD adalah untuk memajukan seni dan budaya.
4. Foto pakai seragam PGRI
Dalam foto surat suara DPD RI dari dapil Jabar, Dede Amar memilih untuk mengenakan seragam batik PGRI sebagai tampilan dirinya.
Pilihan ini sesuai dengan pengalaman kerjanya selama lebih dari dua dekade di bidang pendidikan di Jawa Barat.
Dede Amar dengan jelas menyatakan bahwa motivasinya untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI adalah untuk mereformasi peraturan pendidikan baik di tingkat nasional maupun daerah.
Selain itu, dia juga berjanji untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Jawa Barat dalam mewujudkan pembangunan yang adil.
5. Foto memakai bakul padi
Eni Sumarni memilih untuk berpose dengan membawa bakul padi dan mengenakan topi caping khas petani seperti hendak pergi ke sawah.
Selain itu, Eni juga memiliki pengalaman yang kaya dalam berorganisasi untuk kepentingan masyarakat yang diwakilinya, seperti sebagai Pembina FKPPI Jawa Barat, Pembina Kwartir Pramuka Jawa Barat, dan Ketua DPW LASQI Jawa Barat.
Mengenai motivasinya untuk kembali berkarier di DPD RI, Eni menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat daerah melalui penanaman nilai-nilai budaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










