Viral Lonjakan Suara PSI hingga Disebut Partai Salah Input di Medsos, Begini Asal Mula Julukannya

AKURAT.CO Trending topic di X terkait Partai Salah Input dengan 13 ribu cuitan.
Warganet memperhatikan peningkatan signifikan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Sirekap Pemilu 2024 dan merujuknya kepada Partai Salah Input, yang menimbulkan asosiasi dengan Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi.
Berdasarkan data Sirekap KPU, Senin (4/3/2024), perolehan Partai Salah Input sudah 3,13 persen dengan 2.404.228 perolehan suara.
Anggota KPU RI, Idham Holik, mengakui bahwa belum memahami peningkatan yang tidak wajar dalam jumlah suara PSI selama proses rekapitulasi.
"Kami belum memahami peningkatan suara yang dimaksud," kata Idham.
Dia kemudian menekankan bahwa hasil suara peserta pemilu disahkan oleh KPU berdasarkan rekapitulasi resmi yang dilakukan secara bertahap.
Lantas, bagaimana asal mula julukan Partai Salah Input? Simak berikut penjelasannya.
Baca Juga: Romahurmuziy Sebut Penggelembungan Suara PSI Ada Campur Tangan Aparat
Asal mula julukan Partai Salah Input
Warganet menilai adanya sebutan Partai Salah Input karena Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) PSI mengindikasikan pengeluaran kampanye sebesar Rp180.000.
Jumlah penerimaan kampanye PSI ini menempatkan partai tersebut dalam posisi terendah di antara 18 partai lainnya yang ikut serta dalam Pemilu 2024.
Fakta bahwa PSI hanya melaporkan pengeluaran kampanye sebesar Rp180.000 menimbulkan rasa penasaran di kalangan warganet.
Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, mengakui bahwa terjadi kesalahan saat memasukkan data atau menginput angka laporan dana kampanye.
Kaesang Pangarep menyatakan bahwa kesalahan tersebut terjadi pada tahap input data dan ia berjanji untuk melakukan perbaikan setelah berdiskusi dengan bendahara umum PSI.
Berdasarkan kesalahan input pada data pengeluaran dana kampanye yang dilakukan oleh Kaesang dan kader PSI, warganet mulai menyebut Partai PSI sebagai "Partai Salah Input". Tagar ini menjadi viral di beberapa platform media sosial.
Meskipun Kaesang tidak dapat mengingat angka yang tepat, ia menegaskan bahwa seharusnya jumlah yang dimasukkan dalam LADK PSI seharusnya dalam jutaan rupiah.
Baca Juga: Jika Suara PSI Mencapai 4 Persen, KPU dan Lembaga Survei Wajib Diaudit!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









