Kata Hasto, Suara Parpol Pendukung Ganjar-Mahfud Sengaja Dikecilkan Lewat Operasi Politik

AKURAT.CO PDI Perjuangan menyebut suara partai-partai pendukung Ganjar Pranowo-Mahfud MD sengaja dikecilkan oleh oknum penguasa.
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, mulanya menyinggung soal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang gagal lolos parliamentary threshold empat persen di Senayan.
Ia mengatakan akan memberikan bantuan sepenuhnya kepada PPP untuk memproses sengketa di Mahkamah Konstitusi.
"Tapi persoalan terkait PPP ini karena berbagai operasi-operasi politik. Di mana seluruh pendukung Ganjar-Mahfud itu partainya dikecil-kecilkan. PPP, Perindo, Hanura dan PDIP. Maka kami memberikan solidaritas tertinggi karena kami tidak ingin menghilangkan partai Kabah," jelasnya dalam konferensi pers di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (25/3/2024).
Baca Juga: Gugatan PHPU Kubu Ganjar-Mahfud Sulit Dibuktikan
Menurut Hasto, kekuasaan Presiden Joko Widodo membuat suara PPP menjadi berkurang dari perolehan yang sebenarnya.
"Tapi mungkin Pak Jokowi nanti akan tercatat sebagai seorang presiden yang memiliki legacy menghilangkan partai Kabah dalam sejarah republik ini. Padahal partai Kabah memiliki peran yang sangat penting jauh sebelum kemerdekaan ini," jelasnya.
"Ini operasi politik yang luar biasa, yang tidak diterima lagi oleh norma dan etika. Karena ketika ambisi kekuasaan mampu mengalahkan etika, moral dan menghilangkan supremasi hukum, yang ada adalah sisi-sisi gelap kekuasaan," pungkas Hasto.
Sebelumnya, KPU menetapkan suara PPP hanya mendapatkan 5.878.777 di Pemilu 2024 yakni 3,87 persen dari total 84 daerah pemilihan.
Baca Juga: Ajukan Gugatan ke MK, TPN Ganjar-Mahfud Minta Gelar Pemungutan Suara Ulang di Semua TPS
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








