Akurat
Pemprov Sumsel

Hasto Samakan Gibran dengan Sopir Truk Tabrakan GT Halim, TKN Fanta: Kurang Elok

Atikah Umiyani | 1 April 2024, 17:31 WIB
Hasto Samakan Gibran dengan Sopir Truk Tabrakan GT Halim, TKN Fanta: Kurang Elok

AKURAT.CO Komandan TKN Fanta Prabowo-Gibran, M. Arief Rosyid Hasan, menyayangkan sikap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang mengibaratkan majunya Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres seperti sopir truk yang menyebabkan kecelakaan di Gerbang Tol Halim, Jakarta.

Arief menilai, pernyataan Hasto sangat tidak tepat karena mengaitkan Gibran dengan suatu musibah. Menurutnya, upaya Hasto yang mengaitkan usia Gibran dengan usia sopir truk juga tidak nyambung karena berbeda konteks persoalan.

Baca Juga: Sekjen PBNU Minta PKB Akui Kemenangan Prabowo-Gibran, Segera Berikan Selamat

"Kurang elok menghubungkan musibah orang untuk mencari-cari kaitan yang kurang nyambung dengan konteks politik," kata Arief kepada wartawan, Senin (1/4/2024).

Sebaliknya, Arief berpesan, semestinya Hasto menunjukkan empatinya atas musibah yang terjadi di Gerbang Tol Halim, bukan justru mengolok-olok di tengah penderitaan korban.

"Sebaiknya kita berempati terhadap keluarga yang terdampak kecelakaan di jalan tol Halim kemarin. Apalagi ini bulan Ramadan," ujarnya.

Lagi pula, majunya Gibran sebagai cawapres sudah sesuai dengan aturan yang berlaku, terutama yang berkaitan dengan batas usia minimum capres dan cawapres.

Di sisi lain, masyarakat juga sudah menyadari bahwa anak muda lah yang bisa mengatasi sejumlah persoalan yang dihadapi anak muda. Hal inilah yang menurut Arief, belum bisa diterima oleh pihak-pihak yang kalah seperti Hasto.

"Gibran faktanya lebih banyak dipilih oleh pemilih berusia muda. Karena anak muda yang kini 52-54 persen dari pemilih ternyata paham, masalah zaman now hanya bisa diatasi dengan solusi zaman now," ucapnya.

Baca Juga: Prabowo: Saya dan Gibran Manusia Biasa, Punya Kekurangan

"Fakta inilah juga yang mungkin belum banyak disadari oleh pihak-pihak yang belum move on, belum beradaptasi, dan pola pikirnya masih old school," sambungnya.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengibaratkan Gibran seperti sopir truk yang menjadi pemicu kecelakaan di Tol Halim. Sebab, Gibran dan sopir truk tersebut sama-sama masih di bawah umur sehingga dinilai akan membahayakan.

"Karena kedewasaan di dalam mengemban jabatan-jabatan tertentu, untuk sopir truk aja itu berbahaya, apalagi kaitannya dengan mengelola suatu negara sebesar Indonesia dengan problematika yang sangat kompleks," kata Hasto dalam acara diskusi bertajuk 'Sing Waras Sing Menang', Sabtu (30/3/2024).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.