Rencana Prabowo-Gibran Rangkul Lawan Politik Tuai Kritik, BRIN: Parlemen Berpotensi Cuma Jadi Tukang Stempel
Dwana Muhfaqdilla | 28 April 2024, 23:00 WIB

AKURAT.CO Strategi Presiden-Wakil Presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka untuk merangkul lawan politiknya, membuat kritikan terhadap kebijakan pemerintah semakin lemah.
Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Aisah Putri Budiatri, mengatakan, individu-individu partai di luar Koalisi Indonesia Maju (KIM), yang diharapkan menjadi oposisi, berkemungkinan besar berada di dalam struktur pemerintahan Prabowo-Gibran untuk menjadi menteri dan lain sebagainya.
Ia menjelaskan, pola-pola seperti ini mirip dengan apa yang terjadi pada orde baru, di mana parlemen hanya menjadi tukang stempel pemerintah.
“Parlemen hanya menjadi tukang cap pengesahan bagi pemerintah. Orde Baru cenderung tidak ada kekuatan oposisi karena memang sistem saat itu otoritarian dan pemilunya prosedural,” kata Aisah saat dihubungi Akurat.co, Minggu (28/4/2024).
Menurut dia, seharusnya Indonesia berbeda dengan masa orde baru. Karena sistem yang dianut sudah demokratis dan proses Pemilu tidak dilakukan dengan prosedural. Partai dil uar KIM seharusnya menjadi oposisi untuk memastikan keseimbangan.
“Tetapi lobi politik mengubah itu, jika koalisi prabowo ‘gendut’ hingga mencapai lebih dari 70 persen, maka menyisakan oposisi kurang dari 30 persen dan kerja pengawasan pun akan menjadi tidak efektif,” jelasnya.
“Ada peluang bahkan jika PKS dan PDIP merapat dalam koalisi pemerintahan, maka artinya kekuatan oposisi hilang,” tambahnya.
Meski begitu, Aisah masih berharap akan ada partai yang sadar mengenai pentingnya kekuasaan oposisi di parlemen. “Sehingga parlemen tak hanya jadi tukang stempel pemerintah saja,” tutupnya.
Diketahui, Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, telah mengungkapkan bahwa dukungan kepada pemerintah Prabowo-Gibran 2024-2029 adalah pilihan yang terbaik.
“Kalau memang ada opsi karena dasar, bukan saya yang meminta. Tapi kesempatan, dorongan, keinginan, spirit mengajak, untuk bersama dengan pemerintahan saya pikir itu lebih baik. Itu lah pilihan saya, pilihan NasDem,” kata Surya Paloh di kediaman Prabowo, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2024).
Sementara itu, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar juga mengungkapkan, dukungan partainya terhadap Prabowo Subianto tak usah ditanyakan lagi, lantaran sudah jelas.
Baca Juga: Berawal dari Paket Ojol, Polda Metro Jaya Bongkar Home Industry Tembakau Sintetis di Sentul
"Pertanyaan soal pertemuan kemarin (dengan Prabowo) saya rasa sudah tidak harus dijawab karena sudah cetho welo-welo (sangat jelas), jelas terpampang gitu masih ditanyakan lagi, itu namanya meragukan," kata Cak Imin di DPP PKB, Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









