Akurat
Pemprov Sumsel

Puluhan Menteri di Kabinet Obesitas, Pembantu Prabowo-Gibran Diisi Wajah-wajah Baru

Citra Puspitaningrum | 30 April 2024, 22:39 WIB
Puluhan Menteri di Kabinet Obesitas, Pembantu Prabowo-Gibran Diisi Wajah-wajah Baru

AKURAT.CO Susunan kabinet pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka masa jabatan 2024-2029 diprediksi bakal lebih dari 34 menteri.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Cecep Hidayat, memprediksi susunan kabinet Prabowo-Gibran akan sangat gemuk. Mengingat, Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih itu diusung lebih dari 10 partai politik.

"Mesti dibayangkan kabinet akan relatif gemuk, lebih dari 34 menteri. Bisa di-review lagi bahkan undang-undangnya," katanya saat dihubungi Akurat.co, Selasa (30/4/2024).

Selain menjadi kegemukan, kabinet obesitas Prabowo-Gibran juga akan dihuni banyak wajah baru.

Baca Juga: PKS Cocok Jadi Oposisi, TKN Prabowo-Gibran: Itu Posisi yang Mulia, Pahalanya Juga Banyak

Gabungan parpol inti pengusung Prabowo-Gibran ditambah dua yang baru menyatakan dukungan yakni Partai Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga akan mempersiapkan kader terbaiknya guna membantu pemerintahan pasangan beda generasi itu.

"Kemungkinan Prabowo akan melakukan partai politik kader, partai yang teknokrasi atau profesional. Atau partai-partai tersebut nanti jadi kombinasi itu orang-orang partai yang punya kader profesional atau profesional yang dapat dukungan politik di latar belakang itu semua," jelas Cecep.

Diketahui, ada sembilan parpol yang mendukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 di dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Mereka adalah empat parpol parlemen yaitu Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat.

Kemudian lima partai nonparlemen yaitu Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora Indonesia, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Garuda dan Partai Prima.

Baca Juga: PKS Ditolak Gabung Prabowo-Gibran, TKN: Gelora Paling Tahu, Kan Pernah Satu Keluarga

Belum lagi parpol yang baru menyatakan dukungan, baik Partai Persatuan Pembangunan (PPP), PKB dan Nasdem.

"Kemudian ada partai-partai pendukung awal yang tidak masuk dalam parleman, itu ada beberapa, ada PBB kemudian ada PSI, Partai Garuda atau yang lain. Setelah itu nonpartai pendukung tapi relawan Prabowo-Gibran," jelas Cecep.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.