Beda dengan Gelora, Gerindra Yakin Prabowo Masih Terbuka untuk PKS

AKURAT.CO Partai Gerindra punya pandangan yang berbeda dengan Partai Gelora dalam menyikapi peluang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk bergabung ke dalam Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Jika Gelora menyatakan menolak dengan tegas, sebaliknya, Gerindra justru meyakini bahwa Prabowo masih membuka pintu untuk PKS jika ingin bergabung.
"Sampai sekarang pun juga tentunya pintu selalu terbuka. Karena pak Prabowo sekali lagi selalu kedepankan persatuan Indonesia, terutama dari kalangan elitnya," kata Waketum Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo di TKN Fanta, Jakarta, dikutip Kamis (2/5/2024).
Baca Juga: KPK Lantik Eko Marjono Jadi Deputi Informasi dan Data
Saras mengatakan, dinamika politik saat ini masih dinamis. Menurutnya, apapun masih bisa terjadi sebelum Prabowo benar-benar dilantik pada Oktober mendatang.
Ia mengatakan, komunikasi dengan semua pihak masih terus berlangsung. Apalagi, Prabowo masih berupaya untuk merangkul semua pihak yang menjadi lawan politiknya di Pilpres 2024.
"Untuk saat ini tentunya kita masih sangat terbuka untuk pihak manapun yang mungkin akan bergabung ataupun tidak itu ada di pihak daripada pimpinan dan juga tentunya ketua-ketua dari partai-partai," ujarnya.
Seperti diketahui, PKS sebelumnya telah memberi sinyal-sinyal terbuka untuk gabung pemerintahan Prabowo-Gibran.
Baca Juga: 6 Cara Agar Anak-anak Tidak Terjerumus kepada Pergaulan Buruk di Era Digital Perspektif Islam
Namun, sikap PKS tersebut mendapat penolakan dari Partai Gelora sebagai pihak yang ikut mengusung Prabowo-Gibran.
Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik mengatakan, salah satu alasan penolakan tersebut yaitu karena selama masa kampanye Pilpres 2024, PKS telah melakukan serangan negatif secara masif kepada Prabowo-Gibran, bahkan ke Presiden Joko Widodo.
"Seingat saya selama proses kampanye, di kalangan PKS banyak muncul narasi sangat ideologis dalam menyerang sosok Prabowo-Gibran," kata Mahfuz kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








