Kabinet Diisi 40 Menteri demi Jaga Stabilitas Koalisi Prabowo-Gibran

AKURAT.CO Penambahan jumlah menteri menjadi 40 dalam kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka terus menuai tanggapan berbagai pihak.
Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, kebijakan itu merupakan salah satu cara untuk menjaga stabilitas koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Prinsipnya itu adalah power sharing, bagaimana terakomodir semua kepentingan politik itu. Dan mungkin juga supaya ada yang bisa masuk untuk menteri-menteri yang profesional, bukan dari partai politik," katanya ketika dihubungi Akurat.co, Jumat (10/5/2024).
Menurut Pangi, pembentukan kabinet yang gemuk juga sebagai langkah Prabowo-Gibran mengakomodir besarnya kepentingan parpol.
"Untuk memasukkan kader-kadernya, apalagi partai pengusung. Ditambah partai yang kemarin enggak mengusung, sekarang mau bergabung di koalisi Pak Prabowo, tentu dia (Prabowo-Gibran) harus berpikir keras," jelasnya.
Meski begitu, Pangi menyarankan pemilihan menteri sesuai dengan kompetensi, kapasitas dan keahliannya.
Sehingga menteri-menteri tersebut nantinya mampu menjadi pembantu yang baik untuk presiden.
"Jangan sampai menteri itu menjadi beban presiden. Apalagi menteri punya visi sendiri, tidak mampu membantu mewujudkan cita-cita atau janji kampanye dari presiden tersebut," tegas Pangi yang juga Direktur Eksekutif Voxpol.
Diketahui, nomenklatur menteri dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini berjumlah 34. Di mana, empat di antaranya merupakan menteri koordinator.
Baca Juga: Nama Yandri Susanto Mencuat di Rakornas PAN, Didorong Jadi Menteri Prabowo-Gibran
Isu penambahan nomenklatur menteri berembus di tengah menguatnya langkah Prabowo dalam merangkul lawan-lawan politiknya, seperti bertemu dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Nasdem.
Padahal, Prabowo sendiri sudah diusung oleh koalisi yang terdiri dari empat parpol parlemen dan lima parpol nonparlemen yakni Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gelora, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Garuda dan Partai Prima.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








