Akurat
Pemprov Sumsel

Profesor Ini Sebut 4 Faktor Anies-Ahok Cocok Maju di Pilgub DKI, Salah Satunya Sama-sama Nasionalis!

Citra Puspitaningrum | 11 Mei 2024, 00:00 WIB
Profesor Ini Sebut 4 Faktor Anies-Ahok Cocok Maju di Pilgub DKI, Salah Satunya Sama-sama Nasionalis!

AKURAT.CO Wacana duet Anies Baswedan dengan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok di Pilkada Jakarta 2024 semakin mengemuka. Meskipun baru wacana, namun tak sedikit yang memberikan dukungan.

Salah satu yang setuju jika Anies dan Ahok maju di Pilkada DKI Jakarta adalah Rektor Universitas Paramadina, Profesor Didik J. Rachbini.

Paling tidak, kata dia, terdapat empat alasan mengapa duet Anies-Ahok bakal mampu mendulang suara warga Ibu Kota untuk menuju kemenangan.

"Peluang Anies dan Ahok bersatu sangat mungkin karena beberapa faktor," kata Didik, Jumat (10/5/2024). 

 
Alasan pertama, lanjut Didik, Anies sejatinya seorang yang religius tetapi tidak radikal seperti yang dipersepsikan ketika hadir dalam Pilgub DKI 2017. 
 
Kedua, Ahok adalah seorang yang nasionalis apabila dilihat dari sejarah garis politiknya. Meskipun terkadang, Ahok tak mampu mengendalikan sifat temperamentalnya.
 
"Ketiga, tidak ada lagi faktor pendorong keduanya ke arah radikal karena Anies sudah bisa tampil di dalam pilpres dengan citra nasionalis religius biasa. Keempat, Ahok juga akan bisa diterima publik," tuturnya.
 
"Anies masuk Jakarta mempunyai peluang menang sangat besar jika tidak kita katakan hampir 100 persen," jelasnya menambahkan.
 

Di sisi lain, ia mengomentari peluang Anies untuk tetap eksis di perpolitikan Tanah Air. Berbeda dengan Ahok yang merupakan kader partai politik, Anies terlahir sebagai akademisi.

Apabila Anies tidak ikut dalam Pilkada Jakarta, hal itu membuat peluang calon presiden yang diusung Partai NasDem, PKS dan PKB itu hilang begitu saja.

"Jika Anies tidak masuk politik dalam dalam 5 tahun ke depan maka namanya hilang dari peredaran. Anies bukan pemimpin partai politik seperti Prabowo Subianto atau JK pada masanya," kata Didik.
 
 
Menurut dia, jika Anies ingin terus berkibar dan dapat diperhitungkan dalam kancah politik, maka mantan calon presiden itu mau tidak mau maju di Pilgub DKI Jakarta.
 
"Anies bukan pemimpin partai politik seperti Prabowo Subianto atau JK pada masanya. Karena itu, masuk ke dalam politik di Jakarta adalah peluang yang baik tidak hanya bagi karir dirinya tetapi juga untuk bangsa untuk 2029 nanti," ujarnya. 
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.