Kuat Jadi Oposisi, PDIP dan PKS Jangan Sampai Terbujuk Kekuasaan

AKURAT.CO PDI Perjuangan dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) lebih baik menjadi kekuatan oposisi bagi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, mengatakan, baik PDIP maupun PKS lebih cocok berada di luar pemerintahan karena punya pengalaman menjadi oposisi yang kuat.
Menurutnya, kekuatan itu dibutuhkan saat ini untuk mengontrol kekuasaan yang sudah begitu gemuk.
"Jadi, asal PDIP dan PKS konsisten mau tetap menjadi oposisi dan tidak terlibat dalam pembicaraan bagi-bagi jatah, saya kira mereka punya pengalaman untuk bisa menunjukkan kekuatan di parlemen," kata Lucius kepada wartawan di Kantor Formappi, Jakarta, Senin (13/5/2024).
Baca Juga: PDIP Tugaskan Ganjar, Ahok hingga Risma Bantu Pemenangan Pilkada 2024
Meski suaranya lebih kecil dari gabungan partai pendukung pemerintah namun PDIP dan PKS bisa membangun koalisi dengan kekuatan rakyat.
Sebagaimana hal ini pernah dilakukan PDIP di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Kalau dia bisa menggabungkan kekuatannya dengan kekuatan masyarakat sipil, kekuatan publik, itu dengan mudah DPR bisa dipaksa untuk mengikuti aspirasi publik. Itu pernah dilakukan oleh PDIP di era menjadi oposisi di tahun 2009-2014," jelas Lucius.
Karenanya, Lucius berharap PDIP dan PKS tidak terbujuk rayu oleh kekuasaan sehingga bisa menjadi penyeimbang bagi pemerintahan Prabowo-Gibran selama lima tahun ke depan
"Tugas kita sekarang mendorong agar PDIP tidak terbujuk oleh rayuan kekuasaan sehingga ada jaminan bagi kita, ada check and balances yang cukup berpengaruh di lima tahun mendatang," ujarnya.
Baca Juga: PDIP Terbuka bagi Partai yang Perjuangkan Semangat Bung Karno, Termasuk Prabowo
Jika PDIP dan PKS memilih bergabung dengan pemerintahan Prabowo-Gibran, Lucius menilai demokrasi Indonesia akan semakin memburuk.
Apalagi, Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto, sudah menyindir agar para pihak enggan diajak kerja sama untuk tidak mengganggu.
"Kalau tidak, demokrasi sudah selesai. Karena sudah dibilang oleh presiden terpilih 'kalau jadi oposisi diam saja' gitu. Atau 'duduk di pinggir jalan tapi enggak usah ganggu presiden deh, enggak usah ganggu koalisi'" pungkas Lucius.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







