Disinggung Zulhas Jadi Calon Menteri, Eko Patrio: Saya Ditaruh Dimana Saja Siap
Atikah Umiyani | 14 Mei 2024, 14:39 WIB

AKURAT.CO Ketua DPW PAN DKI Jakarta, Eko Patrio merespons usai dirinya disinggung menjadi calon menteri oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas).
Eko menyadari, penentuan menteri merupakan kewenangan yang dimiliki Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan para ketua umum sebagai pihak yang mengusulkan. Karenanya, dia akan mengikuti apa yang menjadi keputusan partai.
"Yang punya wewenang penuh itu kan yang punya hak prerogatif kan Bapak Presiden, pengusulnya salah satunya adalah para ketua-ketua. Jadi, karena saya ada di PAN, maka saya istiqomah saja dengan PAN," kata Eko di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/5/2024).
Kendati begitu, Eko menegaskan bahwa dirinya selalu siap untuk ditempatkan dimana saja. Kesiapan itu dia contohkan saat menghadapai pileg kemarin dimana dia harus pindah dari dapil sebelumnya.
"Saya ditaruh dimana saja siap gitu ya, di DPR, suruh di Dapil Jawa Timur saya ke sana, Eko suruh pindah ke Jakarta Bismillah tetap dapat kursi juga. Jadi saya ikutin perintah dari Ketua Umum saja," ujarnya.
Eko mengakui bahwa dirinya adalah petugas partai. Sehingga, dia tidak bisa mengelak ketika partai sudah memberinya tugas untuk menjabat di suatu tempat.
"Kalau perintah partai, apalagi saya benar-benar petugas partai ya, kalau banyak yang bilang bukan petugas partai, saya adalah petugas partai. Jadi saya siap ditempatkan dimana saja," tukasnya.
Sebelumnya, Zulkifli Hasan atau Zulhas membahas soal nama-nama yang potensial untuk maju di Pilkada Jakarta 2024, salah satunya adalah Eko Patrio. Namun, Zulhas menyebut kini Eko berpeluang menjadi calon menteri.
"Kalau Jakarta ada Zita, ada Pasha, ada Eko, tapi kan Eko calon menteri ya," kata Zulhas kepada wartawan di Jakarta, Minggu (5/5/2024).
Saat ditanya lebih lanjut mengenai posisi menteri yang akan dijabat oleh Eko, Zulhas enggan menjabarkan. Menurutnya, segala kemungkinan masih bisa terjadi karena politik bersifat dinamis.
"Oh ya nantilah kita lihat, politik kan dinamis," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









