Fraksi PDIP Soal Usul Jumlah Menteri Dihapus: Ibarat Bunuh Nyamuk Pakai Bom, Efektif Tapi Tak Efisien

AKURAT.CO Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Fraksi PDIP, Sturman Panjaitan, menyinggung efisiensi jika jumlah menteri ke depan tidak dibatasi, dalam Rapat panitia kerja (panja) Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas UU Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara.
Menurutnya, jika jumlah menteri tidak dibatasi, hanya memperhatikan efektifitas namun tidak memperhatikan aspek efisiensi, maka sama saja dengan membunuh semut memakai bom, efektif namun tidak efisien.
"Mungkin kita belajar lagi ke belakang pak, bahwa selama ini ada perubahan kementerian, lembaga, itu karena sebagai efektifitas pak, bukan efisiensi. Jadi efisiensi perlu diperlukan juga pak jangan cuma efektifitas, untuk membunuh seekor nyamuk pakai bom itu efektif pak tapi enggak efisien, gitu lho," kata Sturman kepada pimpinan Baleg DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (15/5/2024).
Baca Juga: Demokrat Setuju UU Kementerian Negara Direvisi
Dia menambahkan, seharusnya juga dijelaskan dalam pasal penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan efisien dan efektif. Agar tidak ada definisi liar dari per orangan tanpa pengertian yang pasti di Undang-Undang.
"Dan dalam pasal penjelasan juga kita jelaskan, kek mana yang namanya efisien kek mana yang namanya efektif. Kalau seperti itu, orang nanti sesuai nalarnya masing-masing, kita perhatikan," jelas Sturman.
Mendengar pendapat Sturman, Ketua Baleg DPR, Supratman Andi Agtas menyatakan setuju untuk memperjelas efektifitas dan efisiensi lebih dipertajam.
Sebab, dua aspek itu akan menjadi syarat presiden tidak dibatasi jumlah menterinya, namun harus memperhatikan efektifitas dan efisiensi bagi pemerintahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







