Megawati Soekarnoputri Bersiap Lengser? Pakar: Proses Peralihan di PDIP Bakal Soft
Abror | 25 Mei 2024, 14:49 WIB

AKURAT.CO Kepemimpinan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan diprediksi akan segera berakhir. Proses peralihan kekuasaan diyakini akan berlangsung secara soft atau lembut.
Pakar politik yang juga dosen FISIP Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menilai, proses peralihan tersebut sangat mungkin terjadi. Ia cenderung melihat sosok yang akan melanjutkan adalah anaknya, baik Puan Maharani atau Prananda Prabowo.
"Saya tidak tahu mekanisme di PDIP, apakah nanti betul-betul langsung bergantian ke Mbak Puan atau Prananda saya tidak tahu, tapi akan soft caranya," kaya Ujang dalam dialog Akurat Talk, dikutip dari YouTube Akuratco, Sabtu (25/5/2024).
Baca Juga: Prananda Prabowo Soal Pengurus Baru PDIP: Kalau Pergantiannya Banyak, Itu Bukan Jadi Hal yang Baik
Sebagaimana yang pernah dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya terhadap Partai Demokrat, Ujang meyakini Megawati juga akan menyiapkan segala sesuatunya agar tetap memiliki posisi strategis meski sudah tak lagi menjabat sebagai ketua.
"Apakah nanti dibikin mekanisme partai apa AD/ART-nya diubah, sehingga Megawati masih bisa berkuasa dan Puan atau Prananda bisa menjadi ketua," ujarnya.
"Jadi ada formula-formula yang mungkin di desain untuk bisa aman dalam konteks perubahan peralihan kekuasaan menjadi soft landing yang bagus," sambungnya.
Bukan tanpa alasan, Ujang menduga, jika tidak upaya seperti itu maka Puan atau Prananda akan mengalami kesulitan dalam meraih posisi ketua umum PDIP karena banyaknya gangguan.
"Karena apa, Mbak Puan atau Prananda tidak cukup kuat seperti Megawati, yang banyak pengalaman ditekan pada masa orde baru, oleh karena itu saya melihat akan beralih kekuasaan itu tapi dengan cara yang soft," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







