Lirik Anies Baswedan, PDIP Rela Gadaikan Ideologi Demi Menang Pilgub Jakarta?
Citra Puspitaningrum | 17 Juni 2024, 18:28 WIB

AKURAT.CO Ketertarikan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengusung Anies Baswedan sebagai calon gubernur DKI Jakarta 2024 bukan tanpa sebab.
Upaya itu menjadi pilihan logis demi memutus dominasi politik keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pengamat Politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, mengatakan, faktor utama PDIP rela menjalin koalisi dengan Anies Baswedan karena putra bungsu Presiden Jokowi, yaitu Kaesang Pangarep memiliki peluang besar maju dalam Pilkada Jakarta setelah Mahkamah Agung (MA) memutus batas usia calon kepala daerah.
"Sinyal dari Kaesang itu tampaknya menjadi peringatan dini bagi PDIP akan adanya ancaman pada Pilkada Jakarta 2024," kata Jamiluddin saat dihubungi Akurat.co, Senin (17/6/2024).
Ketika ancaman itu menjadi kenyataan, lanjut dia, PDIP sebagai partai pemenang Pileg harus rela bekerja sama dengan Anies Baswedan yang tidak bukan adalah rival politik.
"Tentu sangat mengejutkan, sebab dua pihak ini berbeda ideologis. PDIP penganut nasionalis dan Anies lebih agamis," ujarnya.
"Tentu ada kepentingan bersama untuk menyatukan mereka (PDIP dengan Anies). Kepentingan itu sangat prinsip sehingga untuk sementara dapat mengalahkan ideologi yang mereka anut," sambungnya.
Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu menegaskan ketertarikan PDIP untuk menjalin kerja sama dengan Anies pada gelaran Pilgub Jakarta 2024 semata hanya untuk menggagalkan Kaesang berpasangan dengan mantan Gubernur Jakarta periode 2017-2022 Anies Rasyid Baswedan.
"Bagi PDIP kepentingan menggagalkan Kaesang dalam Pilgub Jakarta 2024 jauh lebih penting daripada mempersoalkan perbedaan ideologis dengan Anies," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







