Akurat
Pemprov Sumsel

Upaya PDIP Usung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta untuk Delegitimasi Jokowi

Atikah Umiyani | 18 Juni 2024, 17:44 WIB
Upaya PDIP Usung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta untuk Delegitimasi Jokowi

AKURAT.CO Mengusung Anies Baswedan dalam Pemilihan Gubernur Jakarta 2024, bisa menjadi medan pertempuran terakhir bagi PDI Perjuangan untuk berhadapan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pengamat politik Rocky Gerung, menilai, mengusung Anies sebagai calon gubernur bisa dimaknai sebagai upaya PDIP untuk mendelegitimasi Jokowi di Jakarta.

"PDIP membaca itu dalam upaya untuk mendelegitimasi Jokowi di Jakarta," kata Rocky melalui YouTube pribadinya Rocky Gerung Official, Selasa (18/6/2024).

Kendati begitu, Rocky menduga ada hal-hal yang kini menjadi pertimbangan bagi PDIP sebelum memutuskan untuk mengusung Anies. Terutama terkait dengan relevansi Anies dengan nilai-nilai ideologis yang selama ini digaungkan partai.

Baca Juga: Kaesang Tertarik Duet dengan Anies di Pilgub Jakarta, Pengamat: Saya Yakin Itu Ide Jokowi

"Tapi PDIP juga menghitung apakah kalau Anies di loloskan itu komposisi ideologi Jakarta masih menguntungkan PDIP misalnya," ujarnya.

Sebab, kontestasi Pilgub Jakarta 2024 bukan sekedar langkah yang diambil untuk kepentingan 2024. Melainkan, sebagai langkah awal dalam menyongsong peta persaingan pada 2029 mendatang.

"Jadi tetap PDIP juga menghitung Anies ini bukan sekedar hitungan rill 2024 tapi ke 2029, berpengaruh nggak kepada komponen-komponen ideologis Sukarno di DKI, yang juga akan menjadi panggung utama PDIP nanti," ucapnya.

Oleh karenanya, dia meyakini PDIP masih mempertimbangkan dengan matang sebelum memutuskan siapa tokoh yang akan diusung di Pilgub Jakarta 2024. "Jadi betul-betul oportunisme politik dan kalkulasi ideologi PDIP itu sedang dilakukan perlahan-lahan," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.