AKURAT.CO Posisi Budi Arie Setiadi di kursi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) nampaknya terus terdesak, dampak diretasnya Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) oleh hacker melalui serangan Ransomware Brain Cipher.
Akibatnya, nama Budi Arie Setiadi turut menjadi sorotan pemberitaan media asing, salah satunya Channel News Asia.
Bahkan, media massa yang berbasis di Singapura itu menyebut Budi Arie Setiadi sebagai "Menteri Giveaway."
Baca Juga: Cara Membuat Album Koleksi Foto dan Postingan di Instagram
Dalam artikelnya berjudul "Indonesia's 'Giveaway' Minister Faces Growing Pressure to Resign After orst Cyberattack In Years", CNA mengutip pernyataan yang disampaikan Direktur Ekskutif SAFEnet, Nenden Sekar Arum.
"Jangan sampai ada 'giveaway' seperti ini terus... (Jabatan) ini posisi yang sangat strategis apalagi kita tidak bisa lepas dari dunia digital," kata Nenden, dikutip CNA.
Budi Ari Setiadi menghadapi petisi publik di laman Change.org, agar segera mundur dari jabatannya.
Hingga dilihat hari ini (Selasa, 2/7/2024), petisi telah mendapat dukungan tanda tangan sebanyak 20.053 orang.
Baca Juga: Satu Kurir yang Bawa 72 kg Sabu di Ciledug Ternyata Residivis
Desakan ini merupakan imbas dari serangan ransomware di Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) yang terjadi sejak 20 Juni 2024.
Serangan ransomware itu berdampak pada pada layanan PDNS 2 dan mengganggu 239 instansi pengguna.
Dampak langsung dialami oleh setidaknya 30 kementerian/lembaga, 15 provinsi, 148 kabupaten dan 48 kota.
Setelah kurang lebih dua pekan melumpuhkan server PDNS 2, kelompok peretas Brain Cipher akhirnya muncul ke publik.
Baca Juga: Puan Ingatkan Polri Tak Tebang Pilih: Keadilan Tercipta Tanpa Harus Viral Dulu
Mereka menyatakan akan memberikan kunci untuk membuka akses enkripsi PDNS 2 pada Rabu (3/7/2024) besok.
Hal itu disampaikan akun monitoring dark web @stealthmole_int yang mengunggah tangkap layar pernyataan Brain Cipher di dark web bernama ransomware live.
Dalam unggahan itu, Brain Cipher juga meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas kegaduhan yang terjadi.
Diketahui, Budi Arie Setiadi merupakan ketua ProJo (Pro Jokowi), kelompok relawan yang didirikan tahun 2013 untuk mendukung pencalonan Joko Widodo sebagai presiden di Pilpres 2014.
Baca Juga: Banyak Masyarakat 'Gali Lobang Tutup Lobang' Gara-gara Kecanduan Judi Online
Jokowi akhirnya memilih Budi Arie Setiadi sebagai Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) pada 2019.
Di tahun 2013, Budi Arie Setiadi diangkat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) menggantikan Johnny G Plate yang terjerat korupsi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









