Projo Dukung Jokowi Isi Jabatan di Dewan Pertimbangan Agung

AKURAT.CO Dewan Pengurus Pusat Pro Jokowi (Projo) mendukung jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) diberikan amanah oleh Presiden terpilih, Prabowo Subianto, untuk mengisi jabatan di Dewan Pertimbangan Agung (DPA).
DPA merupakan perubahan nomenklatur dari Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Saat ini, proses perubahan tersebut masih berlangsung di DPR RI melalui revisi UU Wantimpres.
"Kalau kemudian langkah politik yang dipilih Pak Jokowi ke depan pada akhirnya dia akan mungkin ada di satu lembaga yang bernama DPA, kami ingin menyampaikan bahwa Projo akan mendukung semua langkah-langkah politik Pak Jokowi," kata Bendahara Umum DPP Projo, Panel Barus, di DPP Projo, Jakarta, Jumat (12/7/2024).
Baca Juga: Pakai Smartphone 2 Menit, Turunkan Interaksi Ibu-Bayi 26 Persen
Panel mengungkapkan, sejatinya Projo membayangkan bahwa Jokowi bisa memimpin partai politik setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Namun, ia mengembalikan sepenuhnya keputusan tersebut kepada Jokowi dan siap mendukung penuh semua langkah politiknya.
"Tapi kami konsisten kalau ditanya masukan kami, imajinasi kami, daya pikir yang kita punya, sebaiknya Pak Jokowi di partai politik. Tapi itu semua kan kembali ke Pak Jokowi," ujarnya.
"Karena tidak mungkin Projo berbeda dengan Jokowi, kami akan dukung apapun itu," sambungnya.
Baca Juga: KPU DKI Jakarta Sosialisasikan PKPU Nomor 8 Tahun 2024 tentang Pencalonan Kepala Daerah
Menurut Panel, yang terpenting adalah keinginan Projo agar Jokowi tidak buru-buru pensiun dari politik. Menurutnya, kiprah Jokowi masih sangat dibutuhkan bagi bangsa dan negara.
"Tapi minimal dari apa yang kita sampaikan ternyata disetujui, bahwa Pak Jokowi jangan buru-buru pensiun, bahwa Pak Jokowi masih dibutuhkan oleh bangsa, negara, dan rakyat Indonesia," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







