Jalan Terjal Bagi Khofifah-Emil di Pilkada Jatim Usai PDIP Nyatakan Bakal Buat Poros Baru

AKURAT.CO Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak, diperkirakan akan menghadapi jalan terjal dalam Pilkada Jatim 2024.
Meski telah mengantongi dukungan lebih dari 60 kursi DPRD Jatim dari 6 partai politik, hal ini dinilai belum cukup kuat jika PDIP dan PKB juga membentuk poros baru.
“Sekalipun Khofifah-Dardak telah mengantongi dukungan 6 parpol, bakal lawan tandingnya akan datang dari 2 partai dengan basis pemilih paling solid di Jatim. Yakni PKB dan PDIP,” kata pengamat politik Ray Rangkuti kepada Akurat.co, Minggu (21/7/2024).
Baca Juga: Kolaborasi PUBG Mobile dan Lamborghini Hadirkan Aksi Kecepatan Tinggi di Medan Perang
Ray menjelaskan, PKB dengan 27 kursi merupakan partai pemenang terbesar di Jatim, disusul PDIP dan Gerindra masing-masing dengan 21 kursi.
Jadi, koalisi PDIP dengan PKB sudah mengantongi dua per tiga kursi dari 6 parpol pendukung Khofifah-Emil.
“Ditambah saat ini NasDem belum menyatakan dukungan terhadap Khofifah-Emil, sehingga masih ada kemungkinan NasDem bergabung dengan PDIP dan PKB untuk poros baru tersebut,” tambah Ray.
Jika NasDem bergabung dengan koalisi PDIP-PKB, situasi politik akan menjadi seimbang dengan perolehan kursi 50 vs 50, menciptakan jalan terjal bagi Khofifah-Emil.
Baca Juga: Generasi Muda Harus Terwakili di Kabinet Prabowo-Gibran
Sebelumnya, PDI Perjuangan telah menyatakan kesiapannya untuk menghadirkan lawan tangguh menghadapi Bobby Nasution di Pilkada Sumatera Utara (Sumut) dan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak di Pilkada Jawa Timur.
Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, memastikan bahwa Bobby maupun Khofifah-Emil tidak akan menjadi calon tunggal atau melawan kotak kosong dalam kontestasi Pilkada Serentak 2024.
"PDI Perjuangan di Sumut bisa mencalonkan sendiri. Di Jawa Timur kami juga sedang menyiapkan kerja sama politik, sehingga kotak kosong itu tidak akan terjadi untuk provinsi Jawa Timur dan Sumatra Utara," kata Hasto kepada wartawan di DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (20/7/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








