Rapat digelar sejak pukul 19.00 WIB di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (13/8/2024).
Ketua DPP Partai Golkar, Meutya Hafid, mengatakan, rapat pleno diawali dengan pembacaan surat pengunduran diri Airlangga yang kemudian dilanjut dengan pengesahan.
"Diimulai dengan makan malam, rapat pleno akan fokus pada beberapa agenda utama yang pertama adalah pembacaan surat pengunduran diri Pak Airlangga Hartarto, nanti disahkan di sini dan itu menjadi de jure Pak Airlangga telah berhenti secara de jure," katanya di DPP Golkar.
Meutya mengatakan, rapat pleno tersebut dipimpin oleh Sekjen Partai Golkar, Lodewijk F. Paulus.
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Kedepankan Asas Keadilan dalam Kebijakan PBB-P2
Begitu juga dalam penentuan pelaksana tugas ketua umum.
Ia mengatakan, ada kemungkinan penentuan ini dilakukan secara musyawarah mufakat.
“Dihadiri oleh seluruh anggota pleno kurang lebih 300-an anggota yang akan hadir Insya Allah kelihatannya sudah ada hilal sehingga musyawaran mufakat,” ujarnya.
Setelah itu, lanjut Meutya, plt ketua umum terpilih akan memimpin rapat untuk menentukan jadwal pelaksanaan Rapimnas ataupun Musyawarah Nasional.
"Dan insya Allah sudah kita capai untuk musyawarah mufakat lalu akan dipimpin pelaksana tugas ketum yang sudah dipilih untuk menentukan jadwal rapimnas jadwal munas dan lain-lain," ujarnya.
Baca Juga: The Palace Jeweler dan Samuel Wattimena Rilis Buku Nusantara, Rayakan Warisan Budaya Indonesia dan Para Perempuan Inspiratif
Meutya mengatakan, semua itu diusahakan dapat diputuskan malam ini sesuai dengan harapan yang disampaikan Airlangga.
"Sekali lagi target secara spesifik tidak ada, tapi kalau mengikuti pernyataan Pak Airlangga ketika dalam memberikan pernyataan kan beliau menyatakan secara segara. Jadi kalau bisa malam ini diputus semua jadwal rapimnas kapan, dan munas kapan," jelasnya.