Golkar Tepis Pencalonan Bahlil Jadi Ketum sebagai Dorongan Jokowi

AKURAT.CO Partai Golkar menepis isu pencalonan Bahlil Lahadalia menjadi Ketua Umum Golkar sebagai dorongan atau proksi dari Istana Negara atau dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzili, menjelaskan bahwa seluruh kader Golkar yang memenuhi persyaratan diperbolehkan untuk mencalonkan diri.
"Oh saya kira enggak lah ya, karena semua kader memiliki hak yang sama untuk bisa mencalonkan termasuk di antaranya Pak Bahlil," ujarnya di sela-sela acara Rapimnas Golkar, di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (20/8/2024).
Baca Juga: Agus Gumiwang Sebut Bahlil Berpotensi Menjadi Calon Tunggal Caketum Golkar
Menurutnya, Bahlil telah memenuhi syarat tersebut, bahkan sudah didukung oleh lebih dari 38 DPD Golkar seluruh Indonesia.
"Beliau (Bahlil) memang pernah tidak aktif dalam kepengurusan tapi ya sebagai keanggotaan tidak pernah dicabut. Jadi itu sudah sangat memenuhi persyaratan," tutup Ace.
Sebelumnya, politisi Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengakh telah kantongi 80 persen suara untuk maju sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar 2024-2029.
Hal itu dia sampaikan seusai menyerahkan berkas pendaftaran kepada Panitia Munas XI Golkar. Dan salah satu syaratnya adalah mendapat 30 persen dukungan dari DPD 1 dan DPD 2 Partai Golkar.
"Saya membawa dukungan 469 dari total 558 suara, artinya sudah melebihi dari hampir 80 persen," kata Bahlil dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (19/8/2024) malam.
Selain itu, Bahlil juga mengaku membawa sejumlah berkas pelengkap lain. Dimana menurutnya hal itu adalah salah satu bentuk ikhtiarnya untuk mengikuti kompetisi untuk jadi Golkar 1.
"Saya juga membawa surat pernyataan tidak pernah masuk di partai lain dengan mengikuti PDLT, dan saya membawa KTA saya," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







