Gerindra Hormati Perubahan Sikap Golkar di Pilgub Banten: Bagian dari Demokrasi

AKURAT.CO Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, menanggapi keputusan Partai Golkar yang menarik dukungan untuk pasangan Andra Soni-Dimyati dalam Pilkada Banten 2024.
Menurutnya, penarikan dukungan adalah hal yang wajar dan biasa terjadi dalam dinamika politik di negara demokrasi. Ia juga menyatakan bahwa Partai Gerindra menghormati keputusan Partai Golkar.
“Ya biasa saja, itu bagian dari demokrasi. Kita menghormati sikap partai politik dalam menentukan calon di masing-masing daerah,” ujar Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/8/2024).
Baca Juga: Selamat, Justin Bieber Sambut Buah Hati Pertamanya!
Saat ditanya mengenai potensi dampak perubahan sikap Golkar terhadap Koalisi Indonesia Maju (KIM), Habiburokhman mengaku tidak mengetahui secara mendetail apakah ada persoalan serius yang timbul akibat perubahan tersebut.
“Kapasitas saya sebagai Waketum Gerindra, kita menghormati pihak masing-masing,” katanya.
Habiburokhman juga tidak bisa memastikan apakah Partai Golkar telah melakukan pembicaraan khusus dengan KIM sebelum memutuskan perubahan dukungan politik di Pilkada Banten 2024. “Kalau itu saya enggak tahu,” ujarnya.
Sebagai informasi, Partai Golkar kini secara resmi mendukung kadernya sendiri, Airin Rachmi Diany, yang akan berpasangan dengan kader PDIP, Ade Sumardi, dalam Pilgub Banten 2024. Keputusan ini menunjukkan perbedaan sikap Golkar dengan KIM.
Baca Juga: Daftar Tanggal Merah September 2024 dan Hari Libur Nasional, Ada Long Weekend!
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyampaikan, perbedaan sikap politik ini tidak menjadi masalah bagi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Bahlil menyebutkan bahwa Prabowo menghargai perbedaan pendapat dan memberi kebebasan kepada partai-partai koalisi untuk menentukan sikap politik masing-masing.
“Pak Prabowo dalam beberapa kesempatan menyampaikan, menyerahkan semuanya kepada partai-partai koalisi untuk menentukan sikap politiknya. Sekalipun kita berbeda pilihan dalam pilkada,” ujar Bahlil di DPP Golkar, Jakarta Barat, Selasa (27/8/2024).
Bahlil menegaskan, perbedaan sikap di Banten menjadi bukti bahwa tidak ada masalah jika partai-partai dalam KIM memiliki pandangan berbeda dalam pilkada. Namun, Bahlil juga menekankan bahwa Golkar akan selalu mengedepankan politik yang baik dan santun.
Baca Juga: Paralimpiade Paris: Tampil sebagai Debutan, Tim Boccia Indonesia Optimistis Sumbang Medali
“Ini adalah bukti nyata bahwa kita boleh berbeda. Golkar diajarkan tentang demokrasi yang santun, demokrasi yang baik. Kami tidak pernah meminta kader partai mana pun untuk bergabung dengan Partai Golkar. Karena sejatinya, perbedaan itu indah,” ujarnya.
“Indonesia adalah bangsa yang majemuk, terdiri dari berbagai suku bangsa dan partai politik. Perbedaan tersebut menjadi kekuatan besar,” tambah Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










