Akurat
Pemprov Sumsel

Sekjen Gerindra: Menteri Profesional Bukan Berarti Nonpartai

Paskalis Rubedanto | 17 September 2024, 14:19 WIB
Sekjen Gerindra: Menteri Profesional Bukan Berarti Nonpartai

AKURAT.CO Wacana pembentukan zaken kabinet yang berisi mayoritas profesional oleh Prabowo Subianto mulai ramai dibicarakan publik.

Pasalnya, hal itu tidak sesuai dengan koalisi gemuk yang dipimpin Prabowo semasa Pilpres 2024.

Di mana, seharusnya jatah menteri lebih banyak diberikan ke kader parpol pendukungnya.

Menanggapi wacana itu, Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyatakan bahwa kalangan profesional bukan berarti adalah tokoh nonpartai.

"Ya kan profesional kan tidak harus, tidak berarti nonpartai," katanya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (17/9/2024).

Baca Juga: Kaesang Pangarep Sambangi KPK untuk Klarifikasi

Menurut Muzani, bisa saja menteri nantinya seorang yang profesional namun juga merupakan kader partai atau profesional yang terafiliasi dengan parpol tertentu.

"Artinya, ada orang profesional orang ahli tapi dia bagian dari partai. Artinya, ada dia memang ahli di bidangnya, tapi dia secara politik terafiliasi oleh satu partai politik yang berkoalisi," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden RI terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto, menginginkan jajaran pembantunya nanti berbentuk zaken kabinet alias para menterinya berasal dari kalangan ahli dan bukan representasi dari suatu parpol tertentu.

Hal tersebut, menurut Muzani, guna menyempurnakan kabinet yang di mana para menteri tetap memiliki keahlian di bidang masing-masing, bukan asal memberi jatah kursi saja.

"Sehingga tidak kehilangan relevansinya di jabatan yang diduduki karena yang bersangkutan memiliki keahlian dari jabatan yang disandang," tambahnya.

Baca Juga: Anindya Bakrie Soal Munaslub Kadin: Dinamika Organisasi Itu Biasa

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.