Akurat
Pemprov Sumsel

Dukung Wacana Zaken Kabinet, Demokrat: yang Penting Efektif dan Kerja Untuk Rakyat

Atikah Umiyani | 19 September 2024, 14:11 WIB
Dukung Wacana Zaken Kabinet, Demokrat: yang Penting Efektif dan Kerja Untuk Rakyat

AKURAT.CO Ketua DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, merespons positif terkait wacana Presiden terpilih, Prabowo Subianto, untuk membentuk zaken kabinet atau kabinet yang didominasi kalangan ahli dan profesional.

Dia mengatakan, terkait urusan kabinet pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo. Sebab, kabinet merupakan hak prerogatif dari presiden terpilih.

"Ya kami menunggu saja karena pertama, urusan menteri adalah hak prerogatif presiden jadi berilah keleluasaan beliau untuk menentukan kriteria, portofolio, jumlah kabinetnya, apapun karena itu hak preogratif," kata Khaeron kepada wartawan di Jakartq, Kamis (19/9/2024).

Baca Juga: Demokrat Dukung Zaken Kabinet, Yakin Prabowo Tempatkan Orang yang Tepat

Bahkan, di dalam revisi Undang-Undang Kementerian Negara, presiden diberikan kewenangan penuh dalam menentukan menteri-menteri termasuk dalam menentukan jumlah kementerian yang ada.

"Oleh karenanya, saya kira wacananya adalah kementerian ke depan harus efektif, kerjanya untuk rakyat, ada target yang harus dicapai. Dan tentu pada akhirnya, kita bisa memenuhi terhadap cita cita kemerdekaan bangsa, mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur," ujarnya.

Oleh karenanya, dia mengaku tak mengambil pusinh soal wacana Prabowo untuk membentuk zaken kabinet. Sebab, dia meyakini, wacana tersebut muncul untuk mewujudkan kabinet yang efektif.

"Ya tentu menjadi harapan besar bahwa zaken kabinet dengan kerja-kerja yang lebih efektif kemudian memiliki kemampuan dan kapasitas untuk bisa menjalankan tugas-tugas kementeriannya ya, itu saya kira hal keniscayaan yang harus menjadi kriteria dan keinginan presiden, tapi semuanya kita kembalikan ke presiden," ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.