Akurat
Pemprov Sumsel

Ketua MUI Cholil Nafis Nilai Candaan Soal Janda Kaya Nikahi Pemuda Pengangguran Bisa Jadi Blunder

Citra Puspitaningrum | 29 Oktober 2024, 20:30 WIB
Ketua MUI Cholil Nafis Nilai Candaan Soal Janda Kaya Nikahi Pemuda Pengangguran Bisa Jadi Blunder

AKURAT.CO Pernyataan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 1, Suswono, dalam kampanyenya yang menyarankan janda kaya untuk menikahi pria pengangguran layaknya kisah Khadijah dengan Nabi Muhammad SAW memicu perdebatan publik.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis, menanggapi, candaan seperti ini memang kerap disukai warga, namun berisiko melukai perasaan sebagian orang.

"Candaan soal janda seringkali mengasyikkan, tapi kadang melukai, seperti mengawini janda kaya oleh laki muda penganggur," tulis Cholil melalui akun X @cholilnafis, dikutip Selasa (28/10/2024).

Cholil menilai, candaan ini mungkin terkesan ringan, namun di tengah masa kampanye, bisa menjadi blunder dan memberikan umpan negatif.

Baca Juga: SMSI Dorong RM Margono Djojohadikusumo Jadi Pahlawan Nasional

"Terkadang di masa kampanye, candaan sederhana justru menjadi umpan dan blunder," jelasnya.

Ia mengingatkan pentingnya bersikap bijak dan memahami situasi serta kondisi dalam menyampaikan candaan, khususnya saat berkampanye.

"Perlu bijak dalam menempatkan setiap sesuatu sesuai situasi dan kondisinya," tambahnya.

Sebelumnya, Suswono melontarkan candaan tersebut saat menghadiri deklarasi dukungan dari komunitas Bang Japar di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan, Sabtu (26/10/2024).

Selain menekankan program-program lanjutan dari Gubernur sebelumnya, Suswono menyatakan akan membuat sejumlah program baru, salah satunya adalah kartu anak yatim.

"Satu tambahannya adalah kartu anak yatim. Jadi anak yatim akan jadi anaknya Gubernur. Ibu-ibu jangan GR ya, jangan sampai diasumsikan berarti jandanya dinikahi Gubernur," candanya.

Baca Juga: Pelaku Penyekapan Bocah di Pospol Pejaten Jadi Tersangka, Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Suswono juga bercerita saat berkampanye, beberapa warga bertanya apakah ia akan menyediakan kartu khusus bagi janda. Menanggapi itu, ia menyatakan akan membuat kartu janda, namun khusus untuk janda miskin.

Dengan gaya bercanda, Suswono menyarankan janda kaya untuk menikahi pemuda pengangguran.

"Waktu dialog, ada yang tanya, ada kartu janda nggak? Saya pastikan kalau janda miskin pasti ada. Tapi masa janda kaya minta kartu juga?" katanya.

"Saya sarankan janda kaya tolong nikahi pemuda yang nganggur," ujar Suswono sambil bercanda.

Ia kemudian mengisahkan bahwa Siti Khadijah, seorang pengusaha kaya raya yang berstatus janda, menikah dengan Nabi Muhammad SAW yang saat itu masih berusia 25 tahun dan belum diangkat menjadi Nabi.

"Setuju, ya? Coba ingat Khadijah, dia konglomerat. Nikahi siapa? Nabi Muhammad saat itu masih muda, baru 25 tahun. Nah, itu contoh seperti itu," tutup Suswono.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.