Persepi Diminta Tegas! Perbedaan Hasil Survei SMRC dan Indikator di Pilgub Jateng Jadi Sorotan

AKURAT.CO Guru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga, Kacung Marijan, meminta Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) bersikap tegas terkait perbedaan hasil survei yang dirilis oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Indikator Politik Indonesia dalam Pilgub Jawa Tengah (Jateng) 2024.
Menurutnya, Persepi harus segera memanggil kedua lembaga untuk memaparkan data secara transparan, sebagaimana yang dilakukan pada Pilgub DKI Jakarta.
"Persepi harus adil terhadap anggotanya. Kalau ada perbedaan data, tinggal ekspos saja untuk membuktikan kebenarannya," kata Kacung pada Minggu (17/11/2024).
Ia menyoroti sikap aktif Persepi dalam menangani perbedaan survei antara LSI dan Poltracking Indonesia pada Pilgub Jakarta, namun hingga kini belum ada tindakan terkait kasus serupa di Jateng.
Baca Juga: MotoGP Barcelona: Jorge Martin Juara Dunia Baru, Fransesco Bagnaia Menangi Seri Terakhir!
"Di Jakarta, Persepi gesit turun tangan. Jadi, di Jateng juga harusnya demikian. Jangan sampai masyarakat mempertanyakan kredibilitasnya," imbuhnya.
Pada Pilgub Jateng, SMRC dalam survei periode 7-12 November 2024 mencatat elektabilitas pasangan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi (Hendi) unggul di angka 50,4 persen, sementara pasangan Ahmad Lutfi-Taj Yasin di 47,0 persen.
Namun, survei Indikator yang dilakukan pada periode 7-13 November justru menunjukkan kebalikannya, dengan Luthfi-Yasin unggul 47,19 persen dibandingkan Andika-Hendi yang hanya meraih 43,46 persen.
Kacung menilai, ketidaktegasan Persepi dalam menangani kasus ini dapat menimbulkan persepsi negatif di masyarakat, terutama karena salah satu pendiri SMRC, Saiful Mujani, juga merupakan anggota Dewan Etik Persepi.
Saiful sebelumnya memimpin pemanggilan LSI dan Poltracking pada Pilgub Jakarta setelah perbedaan hasil survei mereka memicu kontroversi.
Baca Juga: Pramono Anung Ragukan Pemindahan Balai Kota, Ridwan Kamil Konsisten Benahi Tata Ruang
Dalam Pilgub Jakarta, LSI mencatat pasangan Pramono Anung-Rano Karno unggul dengan 41,6 persen, disusul Ridwan Kamil-Suswono (37,4 persen), dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana (6,6 persen).
Namun, Poltracking pada periode survei yang sama menunjukkan hasil berbeda, dengan Ridwan-Suswono unggul 51,6 persen, diikuti Pramono-Rano (36,4 persen) dan Dharma-Kun (3,9 persen).
Persepi kemudian menjatuhkan sanksi kepada Poltracking atas perbedaan ini.
Prof. Kacung menegaskan, Persepi harus bersikap konsisten dan transparan demi menjaga kredibilitasnya sebagai lembaga yang mengawasi standar survei di Indonesia.
"Kalau di satu daerah turun tangan, di daerah lain juga harus sama. Jangan sampai melahirkan prasangka baru," tegasnya.
Perbedaan hasil survei di Pilgub Jateng ini, menurut Kacung, menjadi ujian bagi Persepi untuk membuktikan integritasnya di mata publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









