Apa Itu FOLU Net Sink 2030 KLHK yang Banyak Diisi Kader PSI? Ketahui Inilah 4 Strategi Utama yang Akan Dicapai

AKURAT.CO Indonesia Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 menjadi perbincangan hangat, terutama setelah sejumlah kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) masuk ke dalam struktur organisasi program ini.
FOLU Net Sink 2030 adalah program kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang bertujuan untuk mitigasi penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan lahan, dengan target tingkat serapan lebih tinggi dari tingkat emisi pada tahun 2030.
Kebijakan adanya FOLU Net Sink 2030 ini merupakan bentuk keseriusan Indonesia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengendalikan perubahan iklim.
Apa Itu FOLU Net Sink 2030?
FOLU Net Sink 2030 adalah kondisi yang ingin dicapai Indonesia, di mana sektor kehutanan dan lahan mampu menyerap lebih banyak emisi karbon daripada yang dilepaskan.
Target ini berarti tingkat serapan gas rumah kaca harus lebih tinggi dari tingkat emisi pada tahun 2030.
Tujuan utama dari program ini adalah mencapai kondisi di mana penyerapan karbon oleh lahan dan hutan lebih besar dibandingkan emisi yang dihasilkan, dengan target spesifik mencapai net sink sebesar 140 juta ton CO2 ekuivalen pada tahun 2030.
Program ini diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021.
Untuk mencapai target ini, diperlukan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.
Baca Juga: Dukung Kelancaran Mobilitas, Gibran Minta Proyek Tol Rangkasbitung-Cileles Segera Rampung
Strategi Utama FOLU Net Sink 2030
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam mengatasi perubahan iklim dan mendukung kesepakatan global seperti Paris Agreement.
Dalam konteks ini, FOLU Net Sink 2030 berfungsi sebagai panduan bagi Indonesia untuk melakukan aksi mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim, serta berkontribusi pada strategi jangka panjang untuk ketahanan iklim hingga tahun 2050.
Menteri KLHK menyampaikan bahwa FOLU Net Sink 2030 menggunakan empat strategi utama.
Strategi tersebut meliputi menghindari deforestasi, konservasi dan pengelolaan hutan lestari, perlindungan dan restorasi lahan gambut, serta peningkatan serapan karbon.
Implementasi strategi ini memerlukan langkah operasional yang mencakup peningkatan penghijauan dan rehabilitasi hutan, pengurangan deforestasi, serta pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan.
Baru-baru ini, banyak kader PSI yang terlibat dalam struktur OMO FOLU Net Sink 2030.
Mereka berperan dalam mendukung administrasi dan implementasi program ini.
Beberapa kader PSI yang terlibat termasuk Andy Budiman sebagai dewan penasehat ahli dan Sigit Widodo di bidang peningkatan cadangan karbon.
Sumber Dana FOLU Net Sink 2030
Program FOLU Net Sink 2030 didanai oleh kontribusi dari berbagai donor dan negara mitra.
Menteri Kehutanan menegaskan bahwa anggaran untuk OMO FOLU Net Sink 2030 tidak berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Salah satu sumber pendanaan berasal dari Norway Contribution melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









