Akurat
Pemprov Sumsel

Puan Maharani Terima Kunjungan Sekjen Partai Komunis Vietnam, Bahas Penguatan Kerja Sama

Ahada Ramadhana | 11 Maret 2025, 15:06 WIB
Puan Maharani Terima Kunjungan Sekjen Partai Komunis Vietnam, Bahas Penguatan Kerja Sama

AKURAT.CO Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam (PKV), To Lam, di Gedung DPR, Selasa (11/3/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Puan menyatakan bahwa DPR RI dan Vietnam sepakat untuk mempererat serta meningkatkan hubungan di berbagai bidang, termasuk ekonomi, perdagangan, dan hubungan antar masyarakat.

“Untuk sama-sama meningkatkan hubungan ekonomi, perdagangan, people-to-people contact, ataupun hubungan dengan masyarakat, dan tentu saja hubungan di antara kedua parlemen,” kata Puan di Gedung DPR RI, Jakarta.

Puan mengungkapkan, To Lam menekankan pentingnya sejarah hubungan baik antara dua founding father kedua negara, yaitu Presiden Sukarno dan Presiden Ho Chi Minh, yang menjadi modal kuat bagi kerja sama Indonesia-Vietnam di masa depan.

“Hubungan erat antar pendiri negara di masa lalu tersebut dapat menjadi modal bagi pengembangan hubungan bilateral ke depan,” ujarnya.

Sebagai partai penguasa di Vietnam, Partai Komunis Vietnam memiliki kendali penuh atas pemerintahan dan militer negara tersebut.

Baca Juga: Polemik Penundaan Pelantikan CASN: DPR Pemerintah Jangan Zalim

Puan pun membuka peluang kerja sama antarpartai, mengingat di DPR RI terdapat delapan partai politik yang siap menjalin hubungan dengan partai-partai di Vietnam.

Ia berharap kehadiran To Lam dapat semakin meningkatkan kerja sama politik antara kedua negara.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Puan juga menyoroti pentingnya soliditas ASEAN di tengah dinamika global yang penuh tantangan, termasuk konflik dan perang.

“Dibutuhkan soliditas negara-negara ASEAN untuk lebih kuat dan lebih solid dalam bergotong royong membangun negaranya masing-masing serta menjaga stabilitas Asia Tenggara,” jelasnya.

Menurutnya, hubungan Indonesia-Vietnam memiliki fondasi yang kuat karena didasarkan pada prinsip saling menghormati, saling pengertian, dan saling menguntungkan.

“Di saat dunia mengalami berbagai krisis, kerja sama bilateral kedua negara perlu terus diperkuat untuk mengurangi dampak negatif situasi global,” ujar mantan Menko PMK itu.

Terkait kerja sama antarparlemen, Puan menyampaikan bahwa DPR RI telah membentuk Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Indonesia-Vietnam untuk periode 2024-2029, sebagai bagian dari 102 GKSB yang ada.

“DPR RI siap mendukung kerja sama bilateral kedua negara. Berbagai permasalahan dunia saat ini tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja, tetapi juga perlu kontribusi parlemen,” paparnya.

Ia mendorong parlemen kedua negara untuk memprioritaskan kerja sama konkret yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam sektor pertanian, perikanan, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Puan juga menyebut, dalam diskusi dengan To Lam, terjadi pertukaran pandangan terkait tantangan dan kebutuhan masing-masing negara, terutama dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang diperlukan untuk pembangunan nasional.

“Kedua negara tentu memiliki pendekatan yang berbeda dalam kebijakan ekonomi dan sosial, tetapi pada akhirnya semua keputusan didasarkan pada apa yang terbaik bagi negara masing-masing,” ujarnya.

Kunjungan kenegaraan To Lam ke Indonesia menandai 70 tahun hubungan bilateral antara Indonesia dan Vietnam.

Baca Juga: Raja Juli Coreng Nama Prabowo Usai Diduga Lakukan Nepotisme Ugal-ugalan OMO FOLU Net Sink 2030

Sehari sebelumnya, To Lam juga telah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka untuk membahas penguatan kerja sama strategis di berbagai bidang.

“Saya berharap 70 tahun mendatang hubungan kedua negara akan terus berkembang pesat, dapat bersinergi, dan saling melengkapi,” ungkap Puan.

Puan juga membahas kesamaan visi Indonesia dan Vietnam dalam mencapai status negara maju pada 2045. Indonesia memiliki visi ‘Indonesia Emas 2045’, sementara Vietnam juga menargetkan menjadi negara maju pada tahun yang sama.

“Karenanya, mari kita bekerja bersama untuk mencapai tujuan mulia ini,” sebutnya.

Ia juga menyatakan dukungan terhadap kesepakatan *Indonesia-Vietnam Comprehensive Strategic Partnership (CSP)* yang baru disetujui. Kesepakatan ini merupakan salah satu dari tiga kerja sama yang dihasilkan dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dan To Lam.

“Diharapkan kesepakatan ini akan berisi berbagai kerja sama konkret yang bermanfaat bagi rakyat kedua negara,” terang Puan.

Di akhir pertemuan, To Lam menitipkan salam untuk Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, yang juga merupakan putri Bung Karno. Ia mengapresiasi kontribusi keluarga besar Soekarno dalam membangun hubungan baik antara Indonesia dan Vietnam.

Puan berjanji akan menyampaikan salam tersebut kepada Megawati dan berharap pertemuan dengan To Lam semakin mempererat hubungan kedua negara, termasuk kerja sama antarparlemen.

“Hal ini tentu dapat berkontribusi memperkuat hubungan kedua negara, termasuk hubungan antarparlemen,” tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.