Akurat
Pemprov Sumsel

Demokrat Puji Prabowo: Pemimpin yang Berani Akui Kekurangan, Terbuka Terima Kritik

Oktaviani | 13 April 2025, 18:51 WIB
Demokrat Puji Prabowo: Pemimpin yang Berani Akui Kekurangan, Terbuka Terima Kritik

AKURAT.CO Partai Demokrat, menilai, Presiden Prabowo Subianto sebagai sosok pemimpin yang langka—berani mengakui kekurangan dan terbuka terhadap kritik publik.

Hal ini disampaikan Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, saat menghadiri diskusi The Yudhoyono Institute bertema “Dinamika dan Perkembangan Dunia Terkini: Geopolitik, Keamanan, dan Ekonomi Global” di Jakarta, Minggu (13/4/2025).

Menurut Herzaky, pengakuan Prabowo soal lemahnya komunikasi publik pemerintah adalah bentuk tanggung jawab seorang pemimpin yang tidak alergi kritik.

"Ketika seorang pemimpin secara terbuka mengakui kekurangan, itu sinyal positif. Artinya, ruang kritik dan masukan dari media, akademisi, hingga masyarakat sipil tetap terbuka luas,” ujar Herzaky.

Ia juga menyebutkan bahwa evaluasi terhadap kinerja komunikasi publik memang perlu dilakukan, terlebih pemerintahan Prabowo baru berjalan enam bulan.

Baca Juga: Data Demografi Jadi Kunci Perencanaan Pembangunan yang Inklusif dan Tepat Sasaran

Dalam rangka memperkuat soliditas internal, Presiden Prabowo bahkan telah menggelar retreat Kabinet Merah Putih di Akademi Militer, Magelang, untuk membangun kohesi di antara jajaran menterinya.

"Kalau tidak ada kekurangan di awal, bagaimana kita tahu apa yang perlu diperbaiki? Ini bagian dari proses menjadi lebih baik," tambahnya.

Herzaky juga menegaskan, meskipun komunikasi publik sempat menjadi sorotan, namun komunikasi internal Presiden dengan kabinet berjalan lancar.

Ia mencontohkan hubungan kerja antara Prabowo dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang intens dan produktif.

"AHY rutin berdiskusi langsung dengan Presiden untuk meminta arahan dalam penyusunan kebijakan. Ini menunjukkan bahwa ada kesinambungan visi antara presiden dan para menterinya," kata Herzaky.

Ia juga mengingatkan bahwa komitmen Prabowo untuk terbuka terhadap kritik bukan hal baru. Sikap itu, menurut Herzaky, sudah konsisten ditunjukkan sejak masa kampanye Pilpres 2024.

Fokus utama Prabowo, kata dia, bukan pada pencitraan, tetapi pada kepentingan rakyat dan bangsa.

"Alhamdulillah, kami melihat komunikasi Presiden semakin membaik. Ini menjadi sinyal positif bagi iklim demokrasi dan transparansi pemerintahan," ujarnya.

Baca Juga: LDR dan Kesehatan Mental: Tantangan Emosional di Balik Hubungan Jarak Jauh

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui bahwa komunikasi pemerintah selama beberapa waktu terakhir belum berjalan optimal.

Ia menyampaikan hal ini dalam Sarasehan Ekonomi bertema “Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Indonesia di Tengah Gelombang Tarif Perdagangan” yang dihadiri oleh kalangan ekonom, investor, hingga pemimpin media.

"Saya sadar bahwa komunikasi pemerintah yang saya pimpin dalam beberapa minggu terakhir memang kurang baik. Dan itu adalah tanggung jawab saya sebagai presiden," ujar Prabowo dalam pidatonya pada Selasa (8/4/2025).

Pernyataan ini dinilai sebagai bentuk kepemimpinan yang berani, sekaligus membuka peluang untuk memperbaiki sistem komunikasi publik pemerintah agar lebih transparan, efektif, dan responsif ke depannya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.