Menteri Silaturahmi ke Rumah Jokowi Bukan Manuver Politik, Gerindra: Bukan Juga Matahari Kembar!

AKURAT.CO Lima menteri Kabinet Merah Putih, sebagian di antaranya merupakan mantan menteri era Presiden Joko Widodo (Jokowi), mengunjungi kediaman Presiden ke-7 RI tersebut di Solo, Jawa Tengah, saat momen Hari Raya Idulfitri.
Kunjungan ini menuai beragam tanggapan, namun Dewan Pakar DPP Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, menilai bahwa tidak ada yang keliru dalam agenda tersebut.
Menurut Bambang, silaturahmi saat lebaran adalah hal yang lumrah dalam budaya masyarakat Timur, terlebih kepada tokoh yang pernah atau masih berperan penting dalam sejarah bangsa.
"Sebagai orang Timur, kita tentu memahami pentingnya menghormati tokoh senior. Kunjungan silaturahmi ke Pak Jokowi itu hal biasa, apalagi di momen Lebaran,” ujar Bambang usai menghadiri Sidang Paripurna di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (17/4/2025).
Menanggapi munculnya spekulasi yang mengaitkan silaturahmi ini dengan dinamika politik nasional, termasuk isu “matahari kembar”, Bambang menyebut narasi tersebut justru berasal dari ketidaktahuan atau kesalahpahaman pihak tertentu.
Baca Juga: Paula Verhoeven Disebut Terbukti Selingkuhi Baim Wong, Apa Hukum Istri Selingkuh dalam Islam?
“Kalau ada yang bilang ini manuver politik atau semacam ‘matahari kembar’, menurut saya itu hanya karena mereka tidak paham konteksnya. Ini murni silaturahmi, tidak ada maksud lain,” jelasnya.
Anggota Komisi VII DPR RI ini juga menekankan agar publik menyikapi pertemuan tersebut secara positif dan tidak mempolitisasi hubungan personal yang terjalin antar tokoh bangsa.
"Saya pikir tidak ada yang salah. Ini pertemuan biasa antar tokoh, dan justru bagus karena menunjukkan nilai-nilai budaya kita yang menjunjung silaturahmi,” tegasnya.
Kunjungan ke kediaman Presiden Jokowi di Solo dilakukan oleh lima menteri, yaitu:
- Bahlil Lahadalia – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
- Wihaji – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga
- Zulkifli Hasan – Menteri Koordinator Bidang Pangan
- Budi Gunadi Sadikin – Menteri Kesehatan
- Sakti Wahyu Trenggono – Menteri Kelautan dan Perikanan
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Tidak ada agenda politik tersirat yang disampaikan secara resmi.
Bambang menutup pernyataannya dengan ajakan kepada semua pihak untuk tidak membesar-besarkan silaturahmi sebagai manuver politik.
Menurutnya, nilai kekeluargaan jauh lebih penting untuk dijaga ketimbang sekadar berspekulasi soal politik.
“Silaturahmi itu perekat bangsa. Jangan justru dipelintir jadi isu yang memecah. Mari kita jaga momen ini sebagai bentuk persaudaraan dan persatuan,” pungkas Bambang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







