Akurat Logo

Sahroni Nilai Pertemuan Jokowi dengan Peserta Sespimmen Perlu Disikapi dengan Bijak

Paskalis Rubedanto | 21 April 2025, 22:35 WIB
Sahroni Nilai Pertemuan Jokowi dengan Peserta Sespimmen Perlu Disikapi dengan Bijak

AKURAT.CO Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, memberikan pandangannya terkait viralnya pertemuan antara Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dengan para peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri.

Menurut Sahroni, secara niat, kehadiran Jokowi dalam pertemuan tersebut patut diapresiasi sebagai bentuk perhatian terhadap para calon pemimpin masa depan, terutama karena adanya kedekatan personal dengan salah satu peserta, Kombes Pol Syarief, yang merupakan mantan ajudannya.

“Dari sisi niat, saya melihat itu bentuk perhatian seorang senior kepada generasi penerus, terlebih Syarief juga punya hubungan personal dengan beliau,” ujar Sahroni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/4/2025).

Meski demikian, Sahroni menyampaikan bahwa penyebaran dokumentasi pertemuan di ruang publik sebaiknya dilakukan dengan lebih hati-hati agar tidak menimbulkan penafsiran yang keliru.

“Kalau tidak diunggah ke publik, saya rasa tak jadi masalah. Tapi karena ini di ruang terbuka, menurut saya, lebih bijak jika dilakukan secara tertutup agar tidak menimbulkan multitafsir,” ujarnya.

Sahroni menekankan bahwa pertemuan tersebut tidak berkaitan dengan isu dualisme kepemimpinan atau spekulasi politik lainnya.

Baca Juga: Bongkar Strategi Profit Konsisten! Vier Abdul Jamal dan Dupoin Futures Gelar Roadshow Eksklusif ke Berbagai Kota

Ia menilai momen itu justru bisa dilihat sebagai langkah positif dalam memberikan semangat dan inspirasi kepada para peserta pendidikan Polri.

“Ini bukan soal dualisme atau matahari kembar. Saya melihatnya sebagai bentuk kepedulian Pak Jokowi terhadap generasi muda, apalagi jika itu memberi nilai tambah secara moral dan pengalaman,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sebagai mantan presiden, Jokowi tentu tetap memiliki ruang untuk memberi inspirasi.

Namun, ia menyarankan agar dilakukan dalam bentuk yang lebih privat guna menjaga suasana kebatinan publik pasca transisi kepemimpinan nasional.

“Kalau dilakukan secara tertutup, tetap bisa memberi manfaat besar. Jadi, lebih pada pengelolaan persepsi saja,” tutup Sahroni.

Sebelumnya, publik ramai membicarakan video pertemuan Jokowi dengan para peserta Sespimmen Polri di Lembang.

Dalam video itu, Jokowi tampak memberikan arahan dan motivasi kepada para perwira menengah Polri, yang kemudian memicu berbagai tanggapan di masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.