Akurat
Pemprov Sumsel

Megawati Usulkan Konferensi Asia Afrika Jilid II, Fokus Evaluasi 70 Tahun dan Isu Palestina

Paskalis Rubedanto | 26 April 2025, 13:24 WIB
Megawati Usulkan Konferensi Asia Afrika Jilid II, Fokus Evaluasi 70 Tahun dan Isu Palestina

AKURAT.CO Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, mengusulkan penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) Jilid II sebagai momentum evaluasi perjalanan 70 tahun forum tersebut.

Usulan itu disampaikan oleh Ketua DPP Bidang Luar Negeri PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, dalam pembukaan diskusi bertajuk "Warisan Bung Karno untuk Asia-Afrika dan Keadilan Sosial Global" yang digelar oleh Badan Sejarah Indonesia PDI Perjuangan di Kantor DPP PDIP, Sabtu (26/4/2025).

“Presiden Megawati menyampaikan gagasannya kepada saya agar para pemimpin bangsa-bangsa Asia dan Afrika saat ini dapat menyelenggarakan pertemuan untuk mengevaluasi 70 tahun perjalanan KAA,” ujar Basarah.

Ia menegaskan, KAA Jilid II seharusnya menjadi forum yang memberi perhatian khusus terhadap berbagai isu global, termasuk dukungan terhadap bangsa-bangsa yang belum merdeka, khususnya Palestina.

Baca Juga: Ariel Noah Dapat Dukungan dari Pasha Ungu Gugat UU Hak Cipta ke MK

“KAA Jilid II diharapkan mampu menghasilkan keputusan monumental dalam merekontekstualisasikan Dasa Sila Bandung,” jelas Basarah.

Menurutnya, situasi geopolitik internasional kini ditandai dengan meningkatnya ketegangan antarnegara, baik dalam skala bilateral, regional, maupun global.

Oleh karena itu, forum semacam KAA perlu kembali hadir untuk menyuarakan perdamaian dan keadilan sosial global.

“Diskusi ini diharapkan bisa merekomendasikan pemikiran-pemikiran solutif, tidak hanya bagi bangsa-bangsa dunia, tapi juga bagi rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah pengurus pusat DPP PDIP, di antaranya Ahmad Basarah, Ganjar Pranowo, dan Ribka Tjiptaning.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.