Usai Kunjungan ke Singapura, Presiden Prabowo Lanjutkan Lawatan ke Rusia

AKURAT.CO Presiden RI Prabowo Subianto melanjutkan rangkaian kunjungan kenegaraannya ke Rusia setelah menyelesaikan agenda resmi di Singapura.
Prabowo dan rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan Udara Paya Lebar, Singapura, pada Senin (16/6/2025) pukul 22.45 waktu setempat.
Keberangkatan Presiden dilepas secara resmi oleh Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, Duta Besar Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng, serta Duta Besar RI untuk Singapura Suryo Pratomo dan Atase Pertahanan KBRI Singapura Kolonel Hendra Supriyadi.
Selama di Singapura, Presiden Prabowo menjalani sejumlah agenda kenegaraan, dimulai dengan upacara penyambutan resmi di Parliament House yang dipimpin langsung oleh Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam.
Usai upacara, Prabowo menggelar pertemuan bilateral tahunan Leaders’ Retreat dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong.
Baca Juga: DPR: Keselamatan 386 WNI di Iran Tak Bisa Ditawar, Pemerintah Harus Bertindak!
Dalam pertemuan itu, Prabowo menyebut forum tersebut sebagai tonggak penting dalam membuka babak baru hubungan bilateral kedua negara.
Salah satu momen spesial dalam kunjungan tersebut adalah saat Prabowo menamai anggrek hasil persilangan dengan nama “Paraphalanthe Dora Sigar Soemitro”, sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang ibundanya.
“Nama anggrek tersebut dipilih langsung oleh Presiden Prabowo sebagai bentuk penghormatan kepada almarhumah ibunda tercinta, Dora Sigar Soemitro,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Dari Singapura, Prabowo bertolak ke Rusia untuk memenuhi undangan Presiden Vladimir Putin dalam kunjungan kenegaraan sekaligus menjadi pembicara utama di St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025.
“Kunjungan ini sangat strategis untuk memperkuat kemitraan komprehensif Indonesia–Rusia. Ini juga menegaskan posisi Indonesia sebagai negara besar yang semakin diperhitungkan di tengah tantangan global,” tutup Teddy.
Baca Juga: Puan Minta Pemerintah Prioritaskan Keselamatan WNI di Tengah Konflik Iran-Israel
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










