RUU Kepariwisataan Dilanjutkan Komisi VII DPR, Saleh Daulay: Terbuka untuk Aspirasi Publik

AKURAT.CO Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menegaskan, pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepariwisataan dilanjutkan dari periode sebelumnya dan kini menjadi tanggung jawab Komisi VII.
Hal tersebut disampaikan dalam diskusi Forum Legislasi bertema “RUU Kepariwisataan: Reformulasi Kebijakan Pariwisata untuk Masa Depan Berkelanjutan” di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/7/2025).
“RUU Kepariwisataan ini sebelumnya dibahas oleh Komisi X DPR, karena Kementerian Pariwisata kala itu menjadi mitra kerjanya. Semua pasal sudah dibahas, tapi belum sempat disahkan karena keterbatasan waktu di akhir periode,” ujar Saleh.
Ia menjelaskan, pada awal periode DPR saat ini, RUU tersebut kembali diusulkan dan masuk dalam agenda pembahasan Komisi VII.
Prosesnya akan tetap melibatkan partisipasi publik secara terbuka.
“Pembahasannya dilanjutkan dengan tetap mengedepankan minimum participation. Artinya, kita libatkan komponen masyarakat yang memang memiliki perhatian dan kompetensi di bidang pariwisata,” jelasnya.
Baca Juga: Selamat Jalan Kwik Kian Gie
Sebagai Ketua Komisi VII, Saleh menyatakan pihaknya membuka ruang selebar-lebarnya bagi masyarakat untuk memberikan masukan agar substansi RUU ini menjadi lebih komprehensif dan menjawab tantangan pembangunan pariwisata berkelanjutan.
“Panja RUU Kepariwisataan siap menampung dan mempertimbangkan semua pandangan masyarakat. Kami ingin regulasi ini betul-betul bisa memperkuat sektor pariwisata nasional,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







