PKB Apresiasi Presiden Prabowo Tak Gegabah Teken Keppres IKN

AKURAT.CO Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan dukungannya terhadap sikap Presiden Prabowo Subianto yang tidak akan terburu-buru menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) pemindahan ibu kota ke Ibu Kota Nusantara (IKN) sebelum seluruh infrastruktur dan sarana pendukung benar-benar siap.
Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKB, Mohamad Toha, menilai, pendekatan Prabowo sangat rasional dan berpijak pada kepentingan jangka panjang bangsa.
“Saya mendukung penuh sikap Pak Prabowo yang tidak gegabah dalam meneken Keppres pemindahan ibu kota. Kesiapan infrastruktur seperti transportasi, jaringan komunikasi, dan fasilitas pemerintahan adalah kunci agar transisi berjalan lancar dan tidak mengganggu pelayanan publik,” ujar Toha, Rabu (30/7/2025).
Menurutnya, pemindahan ibu kota tidak boleh dilakukan secara serampangan dan harus didasarkan pada kajian matang.
“Dukungan politik terhadap IKN jangan sampai mengabaikan kondisi objektif di lapangan. Pembangunan harus berkelanjutan dan menyentuh aspek teknis maupun sosial,” tegasnya.
Toha menyebut, waktu tiga tahun ke depan merupakan momentum ideal untuk memastikan kesiapan IKN secara menyeluruh.
Ia mengingatkan, pemindahan ibu kota tak boleh berhenti pada simbolisasi belaka, tapi harus benar-benar mampu menopang fungsi negara.
Baca Juga: Prabowo Kenang Kwik Kian Gie: Tokoh Ekonomi Pancasila, Indonesia Kehilangan Putra Terbaik
Sebagai legislator yang membidangi urusan pemerintahan dalam negeri, Toha juga menekankan pentingnya partisipasi publik serta transparansi dalam seluruh tahapan pembangunan IKN.
“Pemerintah harus terus melibatkan masyarakat lokal dan menjadikan IKN sebagai kota masa depan yang hijau, inklusif, dan berbasis teknologi,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Prabowo akan menandatangani Keppres pemindahan ibu kota jika sarana prasarana di IKN, termasuk fasilitas eksekutif, legislatif, dan yudikatif, telah terpenuhi.
Pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur di IKN rampung dalam waktu tiga tahun. Namun, untuk mencapai itu dibutuhkan anggaran besar dan perencanaan lintas sektor yang solid.
Prabowo juga menyatakan, pemerintah terbuka terhadap berbagai usulan terkait IKN, termasuk dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang menyatakan kesiapan berkantor di IKN, serta wacana pemindahan kantor BUMN.
Namun sejauh ini, seluruh usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan internal pemerintah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








