Jokowi Tunjukkan Etika Politik, Temui Prabowo Sebelum Resmi Gabung PSI

AKURAT.CO Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dinilai telah menunjukkan tata krama dan etika politik yang baik sebelum resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, mengatakan, langkah Jokowi yang lebih dulu membangun komunikasi dengan Presiden Prabowo Subianto mencerminkan sikap kenegarawanan.
Kunjungan Jokowi ke kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Sabtu (4/10/2025), disebut sebagai bagian dari upaya menjaga etika dan hubungan baik antarpemimpin.
“Jadi sebelum diumumkan secara resmi bergabungnya Pak Jokowi ke PSI, perlu secara tata krama dan etika membangun komunikasi dengan Pak Prabowo selaku Presiden,” ujar Fernando dalam sesi Akurat Talk, Sabtu (11/10/2025).
Fernando menilai langkah ini penting karena putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden RI.
Menurutnya, perlu ada kejelasan agar langkah politik Jokowi tidak ditafsirkan sebagai manuver untuk kepentingan Gibran menjelang Pemilu 2029.
“Jangan sampai dianggap ini merupakan manuver Pak Jokowi untuk memajukan Mas Gibran di 2029. Jangan sampai ada kesan memecah belah seperti itu,” tegasnya.
Baca Juga: Mahathir Mohamad: Pemalsuan Dokumen Pemain Dilakukan oleh Orang yang Merasa Berada di Atas Hukum
Ia menambahkan, saat ini masih banyak pihak yang mencoba memecah hubungan antara Prabowo dan Gibran, sehingga langkah Jokowi harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
“Belum juga beliau resmi bergabung ke PSI, sudah banyak upaya-upaya merusak hubungan antara Pak Prabowo dan Mas Gibran,” ujar Fernando.
Lebih lanjut, ia meyakini Jokowi tetap memiliki komitmen kuat untuk mendukung pemerintahan Prabowo–Gibran, bahkan hingga periode berikutnya.
“Seperti yang beliau sampaikan, komitmennya jelas: tetap mendukung Pak Prabowo dan Mas Gibran di 2029 mendatang. Tidak ada niatan untuk memajukan sendiri Mas Gibran sebagai capres,” tutur Fernando.
Sementara itu, Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan isi pertemuan antara Jokowi dan Prabowo di Kertanegara tersebut.
Menurutnya, keduanya berdiskusi mengenai isu-isu kebangsaan dan arah kebijakan ke depan.
“Tentu banyak hal yang dibicarakan, terutama soal masalah kebangsaan. Termasuk masukan-masukan ke depan agar langkah pemerintah tetap sejalan,” kata Prasetyo kepada wartawan, Minggu (5/10/2025).
Pertemuan tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa komunikasi antara Presiden Prabowo dan Jokowi tetap terjalin baik, di tengah dinamika politik menjelang satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran.
Baca Juga: iPhone 17 Series Resmi Tersedia di Indonesia, Simak Harga dan Pre-Order Lengkap
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








