Prabowo: Pejabat Harus Siap Dihujat dan Difitnah, Jadikan Koreksi untuk Kerja Nyata

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto memberikan nasihat kepada para menteri, kepala badan, hingga kepala daerah agar siap menghadapi hujatan dan fitnah sebagai konsekuensi menjadi seorang pemimpin.
Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah menteri dan pejabat terkait usai meninjau pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak bencana di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2025).
“Jadi saya sampaikan kepada saudara-saudara para pimpinan, para menteri, kepala badan, gubernur, semuanya. Salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap untuk dihujat dan siap untuk difitnah,” ujar Prabowo.
Prabowo mengaku memahami bahwa sejumlah menterinya kerap menjadi sasaran hujatan dan fitnah, khususnya saat turun langsung ke lokasi bencana di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya.
Namun demikian, ia meminta seluruh jajarannya untuk tidak patah semangat dalam bekerja dan tetap fokus melayani masyarakat.
Ia menegaskan, hujatan dan fitnah tersebut sebaiknya dijadikan bahan evaluasi agar kinerja pemerintah semakin baik ke depannya.
Baca Juga: Wisatawan Mancanegara ke Bali Tembus 7 Juta, Naik 11 Persen Sepanjang 2025
“Tidak boleh kita terpengaruh dan tidak boleh kita patah semangat. Semua itu kita terima sebagai koreksi juga. Tidak apa-apa, walaupun itu fitnah. Kalau kita tahu di hati kita bahwa itu tidak benar, justru itu menjadi peringatan bagi kita untuk lebih waspada,” tuturnya.
Menurut Prabowo, masyarakat pada akhirnya membutuhkan bukti nyata dari kerja pemerintah, bukan sekadar pernyataan atau pembelaan.
Karena itu, ia menekankan pentingnya bekerja secara sungguh-sungguh dan terukur.
“Yang dibutuhkan rakyat adalah bukti. Saya percaya dengan cara kerja berbasis bukti atau evidence based,” pungkas Prabowo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










