Perebutan Cawapres untuk Prabowo Berpotensi Jadi Arena Politik 2029

AKURAT.CO Dinamika politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029, berpotensi lebih banyak terjadi pada perebutan posisi calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto.
Belum ditetapkannya sosok calon wakil presiden sejak dini, termasuk nama Gibran Rakabuming Raka, menunjukkan bahwa Prabowo dan Partai Gerindra masih membuka ruang terhadap dinamika dan perkembangan politik ke depan.
"Terkait cawapres, kenapa tidak langsung ditetapkan, saya kira Prabowo dan Gerindra pasti mempertimbangkan dinamika politik yang masih terus bergerak," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, saat dihubungi Akurat.co, Minggu (8/2/2026).
Baca Juga: Kamala Harris Aktifkan Kembali Akun Media Sosial, Picu Spekulasi Maju Pilpres 2028
Iwan menilai, Prabowo justru memberi peluang kepada sejumlah tokoh nasional untuk tampil dan menunjukkan kapasitas politiknya masing-masing. Bisa saja medan pertarungan politik ke depan justru soal siapa yang akan menjadi cawapres Prabowo 2029," ujarnya.
Sejumlah nama berpotensi masuk dalam bursa calon wakil presiden, seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Puan Maharani, Zulkifli Hasan, Bahlil Lahadalia, hingga Gibran Rakabuming Raka.
"Awal 2028 saya kira akan mulai kelihatan dan mengerucut, termasuk siapa yang akan menjadi cawapres dan juga potensi penantang Prabowo kalaupun ada," pungkasnya.
Baca Juga: Dasco Soal Potensi Prabowo-Zulhas di Pilpres 2029: Politik Masih Dinamis
Adapun, elektabilitas Presiden Prabowo hingga kini diyakini masih berada pada level tinggi, bahkan disebut konsisten di atas 70 persen dalam berbagai simulasi politik menuju 2029.
Kondisi ini menempatkan Presiden Prabowo sebagai figur sentral dalam peta kontestasi politik nasional ke depan, sekaligus membuat peluang kemunculan penantang serius relatif terbatas.
Tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan menjadi faktor utama yang menjaga kekuatan elektoral Presiden Prabowo, sehingga arah pembicaraan politik mulai bergeser dari soal kandidat presiden ke konfigurasi pasangan yang akan mendampinginya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









